JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) menerapkan teknologi canggih berupa pemetaan LiDAR guna mendukung tahapan perencanaan Jalan Tol Betung ke Jambi. Pemanfaatan teknologi pemetaan tersebut dilakukan untuk menghimpun data kondisi topografi yang bakal menjadi pijakan dasar dalam merancang desain serta pengembangan trase jalan.
LiDAR atau Light Detection and Ranging merupakan metode pemetaan presisi yang memanfaatkan pancaran sinar laser demi menghasilkan pemodelan data tiga dimensi secara akurat serta mendalam. Pengaplikasian teknologi ini sangat membantu dalam menyajikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik permukaan tanah di wilayah yang hendak dibangun.
"Di balik pembangunan infrastruktur, terdapat teknologi yang membantu menghadirkan perencanaan yang lebih presisi," tulis perwakilan pengembang dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Pada perancangan Tol Betung ke Jambi, pemetaan LiDAR difungsikan untuk merekam informasi topografi tanah yang amat krusial bagi penyusunan desain dan trase jalan tol. Perolehan data dari teknologi tersebut mampu memberikan gambaran variasi medan wilayah secara mendalam.
"Dengan kemampuan akuisisi data yang cepat, menjangkau area yang sulit diakses, serta menghasilkan model permukaan tanah yang detail, LiDAR membantu mendukung proses perencanaan infrastruktur yang lebih efektif dan berkualitas," ungkap pihak pengembang.
Keunggulan tersebut menjadikan metode pemetaan LiDAR sangat andal dalam mengumpulkan rincian data pada kawasan yang mempunyai keterbatasan akses. Seluruh rekaman pemetaan nantinya akan menyajikan informasi lengkap struktur permukaan tanah berformat model tiga dimensi.
Penerapan LiDAR menjadi bagian integral dari pemanfaatan teknologi modern pada tahapan awal pembangunan infrastruktur. Informasi topografi yang terperinci ini memberi fondasi data kuat dalam mematangkan konsep rancangan teknis jalan tol.
Bagi proyek Tol Betung ke Jambi, sistem pemetaan mutakhir tersebut digunakan untuk menyelaraskan pengembangan trase sesuai keadaan kontur permukaan tanah setempat. Penggunaan teknologi ini diharap dapat mendorong terciptanya proses perancangan infrastruktur yang berdaya guna dan bernilai tinggi.