Langkah Aman Membersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Dalam Rumah

Langkah Aman Membersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Dalam Rumah
Ilustrasi Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah.(Sumber:NET)

JAKARTA - Abu vulkanik yang terbawa hembusan angin dapat masuk hingga ke area dalam rumah. Jika proses pembersihan dilakukan secara keliru, partikel halus tersebut berpotensi melayang kembali ke udara serta membahayakan kondisi saluran pernapasan.

Langkah penanganan ini sangat krusial usai terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan data resmi, status gunung tersebut telah ditetapkan pada Level III atau Siaga sejak pertengahan tahun 2026.

Erupsi menerus yang diiringi suara gemuruh serta lontaran mirip lava fountain sempat terpantau kembali. Sebaran abu dilaporkan telah menjangkau beberapa area di Banten, Jawa Barat, hingga wilayah Jabodetabek.

Oleh sebab itu, warga yang tempat tinggalnya terdampak paparan abu diimbau melakukan pembersihan secara cermat. Hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena gerakan tersebut membuat debu beterbangan.

Gunakan masker dan pelindung mata

Pakailah penutup hidung yang mampu menyaring partikel mikroskopis seperti tipe N95, lengkap dengan kacamata pelindung. Penggunaan alat ini sangat penting untuk mencegah risiko iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan.

Tutup jendela dan pintu

Rapatkan seluruh akses udara seperti jendela dan pintu rumah sebelum memulai pembersihan. Matikan pula pendingin ruangan maupun kipas angin sementara waktu agar sirkulasi udara tidak meratakan sebaran debu.

Jangan menyapu abu dalam kondisi kering

Lapisan abu pada lantai sebaiknya tidak disapu langsung menggunakan alur sapu kering. Percyrokan air secara tipis-tipis terlebih dahulu, lalu kumpulkan endapan tersebut secara perlahan sebelum disapu atau dipel.

Bersihkan permukaan dengan kain lembap

Manfaatkan kain mikrofiber yang telah dibasahi untuk menyapu permukaan perabotan, meja, serta lantai. Hindari menggosok terlalu kuat agar partikel tidak terangkat kembali ke udara.

Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA

Alat penyedot debu berfilter HEPA bisa diandalkan untuk menyedot sisa abu pada permukaan perabot. Hindari pemakaian penyedot debu biasa karena sistem filternya berisiko menghembuskan kembali partikel halus ke luar.

Bersihkan bagian luar rumah secara bertahap

Perciki air pada area teras serta halaman sebelum dibersihkan. Hindari memakai semprotan air bertekanan tinggi dan pastikan limbah abu yang terkumpul dibungkus rapi tanpa membuangnya ke saluran air.

Perhatikan atap rumah

Atap bangunan membutuhkan perhatian ekstra apabila tertutupi lapisan abu yang tebal. Bobot abu yang kian berat saat terkena air hujan berpotensi membahayakan dan membebani ketahanan struktur bangunan.

Meski demikian, hindari memaksakan diri naik ke atap jika kondisi licin dan berisiko jatuh. Utamakan keselamatan serta perhitungkan kekuatan struktur sebelum melakukan pembersihan.

Bersihkan ventilasi dan filter AC

Periksa kondisi saringan udara, pendingin ruangan, dan ventilasi setelah proses pembersihan selesai. Cuci atau ganti filter yang kotor sesuai petunjuk penggunaan agar sirkulasi udara kembali bersih.

Serta jangan lupa bersihkan barang yang terpapar abu.

Perhatikan juga kebersihan kendaraan, pakaian, elektronik, hingga tanaman di sekitar tempat tinggal. Pakaian yang terkena paparan abu sebaiknya dibilas perlahan sebelum dicuci tanpa dikibaskan di dalam ruangan.

Khusus untuk kendaraan, hindari menyapu atau mengelap bodi dalam kondisi kering karena sisa abu dapat menggores cat. Bilas permukaan kendaraan menggunakan air mengalir sebelum mulai dicuci.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index