APBD Perubahan Sumbawa Tahun 2026 Fokus Utama untuk Perbaikan Jalan

APBD Perubahan Sumbawa Tahun 2026 Fokus Utama untuk Perbaikan Jalan
Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo.(Sumber:NET)

SUMBAWA BESAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan akan memberikan perhatian khusus pada penanganan infrastruktur, terutama akses jalan, melalui APBD Perubahan tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna mengejar pencapaian target jalan kondisi mantap sebesar 80 persen pada akhir masa kepemimpinan daerah.

“Kami fokus ke Infrastruktur karena memang di APBD murni alokasi anggaran untuk infrastruktur masih sangat rendah. Karena saat itu kami terbentur dengan adanya efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional,” kata Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo kepada wartawan, Senin (7/9).

Dedi melanjutkan, pada struktur APBD murni belum mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan jalan serta irigasi. Setelah dilakukan penghitungan akhir serta terbitnya hasil audit resmi dari BPK RI, potensi alokasi anggaran tersebut baru memungkinkan untuk disalurkan ke penanganan infrastruktur.

Sesuai data rencana kerja, belasan ruas jalan telah dipastikan masuk dalam prioritas penanganan lewat APBD Perubahan. Proyeksi penanganan seluruh ruas jalan tersebut diperkirakan akan menyerap alokasi dana sekitar Rp11 miliar lebih dan angkanya masih berpotensi berkembang dalam pembahasan anggaran mendatang.

“Anggaran yang kami sudah siapkan sekitar Rp 11 miliar untuk penanganan terhadap ruas jalan tersebut. Kami juga masih melakukan inventarisasi lebih lanjut atas usulan yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan terkini, total panjang ruas jalan yang ada di wilayah Kabupaten Sumbawa mencatatkan angka 951,57 kilometer. Melalui ketersediaan anggaran pada APBD Perubahan ini, pemenuhan target jalan mantap di angka 80 persen pada era periode pemerintahan Jarot-Ansori akan terus diupayakan secara maksimal.

“Kami akan tetap berusaha untuk mengejar target jalan mantap di angka 80 persen karena hal tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat Sumbawa,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index