Korlantas Polri Dorong Aplikasi Realtime Turjawali untuk Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan

Korlantas Polri Dorong Aplikasi Realtime Turjawali untuk Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan

BERITAKINI.CO.ID — Jajaran Korlantas Polri dari seluruh polda berkumpul untuk mengikuti Rapat Analisa dan Evaluasi Pelaporan Kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Anev Turjawali) Tahun Anggaran 2026. Acara ini dihelat di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, hingga menegaskan arah baru kepolisian dalam menertibkan operasional di lapangan.

Tantangan 173,5 Juta Kendaraan dan Titik Rawan

Skala pengawasan yang dihadapi Polri kini sangat besar. Data IRSMS menunjukkan jumlah kendaraan terdaftar yang melonjak membuat titik rawan kecelakaan atau yang dikenal dengan black spot semakin kompleks.

Kombes Ari Satmiko, Kasubdit Tatib Ditgakkum Korlantas Polri, membuka rapat tersebut mewakili Dirgakkum Korlantas Polri. Ia menyebut lalu lintas sebagai urat nadi pembangunan yang menuntut polisi untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik.

Mengapa Data Realtime Menjadi Kunci Penempatan Personel

Melalui aplikasi Turjawali, aktivitas personel dari tingkat polda hingga polsek dapat dipantau langsung dari ruang kendali. Informasi yang masuk secara realtime membuat keputusan penempatan petugas di lapangan tidak lagi berdasarkan perkiraan semata.

"Lalu lintas dan angkutan jalan merupakan urat nadi kehidupan yang mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional. Kepolisian sebagai bagian dari institusi pelayan publik perlu terus berkembang dan berinovasi, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas," ujar Ari Satmiko di hadapan peserta.

Dengan data yang valid dan akurat, kata dia, penempatan personel dapat difokuskan pada area rawan pelanggaran, kemacetan, serta lokasi yang kerap menjadi episentrum kecelakaan.

Sistem IRSMS dan Evaluasi Kecelakaan Nasional

Dalam forum ini, paparan evaluasi data kecelakaan juga menjadi pembahasan sentral. Sistem IRSMS dipakai untuk memotret tren kecelakaan nasional yang angkanya masih menjadi pekerjaan rumah bagi aparat.

Anev ini tak hanya menjadi rutinitas pelaporan semata, melainkan bagian dari siklus perbaikan berkelanjutan. Hasil evaluasi yang dipaparkan hari ini akan menjadi dasar penyesuaian strategi operasional di tiap wilayah hukum polda.

Ke Depan: Perbaikan di Tingkat Polsek dan Polres

Ari Satmiko secara spesifik meminta para peserta menjadikan temuan evaluasi ini sebagai bahan pembenahan di wilayah masing-masing. Tujuannya jelas: mencapai standar keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang lebih baik.

Inisiatif ini menjadi penanda bahwa kepolisian berupaya keluar dari pola pengawasan konvensional. Modernisasi alat kendali dan pemantauan berbasis aplikasi kini berjalan paralel dengan kebutuhan data yang cepat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index