Jasa Marga Raih Laba Rp1,9 Triliun dan Perluas Jaringan Tol Baru

Jasa Marga Raih Laba Rp1,9 Triliun dan Perluas Jaringan Tol Baru
Ilustrasi Jalan Tol.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada Semester I 2026 dengan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,9 triliun. Capaian tersebut tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring peningkatan pendapatan dan volume transaksi di jaringan jalan tol yang dikelola perseroan.

Pendapatan usaha Jasa Marga mencapai Rp10,3 triliun atau tumbuh 7,6 persen secara tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun yang meningkat 6,8 persen, sementara pendapatan usaha lainnya mencapai Rp798,2 miliar atau tumbuh 17,6 persen.

Pertumbuhan kinerja juga didukung volume transaksi yang mencapai 647,5 juta kendaraan sepanjang semester pertama 2026. Hingga akhir Juni 2026, Jasa Marga memiliki konsesi sepanjang 1.736 kilometer dan telah mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol.

Jaringan tersebut terus dikembangkan melalui sejumlah ruas baru, termasuk Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Akses Patimban, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.

Pengembangan ruas tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus menghubungkan kawasan industri, simpul logistik, dan destinasi wisata.

“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangan resminya, Selasa (1/9).

Selain memperluas jaringan, Jasa Marga juga mendorong peningkatan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi. Perseroan menggunakan sistem seperti Hawkeye dan TROOPS untuk memantau kondisi jalan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan gangguan.

Di sisi lain, pengembangan rest area diarahkan tidak sekadar sebagai tempat beristirahat, tetapi menjadi bagian dari pengalaman perjalanan pengguna. “Kami menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur (infra as structure) menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan (infra as culture),” kata Rivan.

Transformasi tersebut juga dilakukan melalui penguatan sistem informasi digital, termasuk Jasamarga Tollroad Command Center, aplikasi Travoy dan Travoy FM, serta Dynamic Message Sign (DMS). Langkah ini melengkapi upaya Jasa Marga membangun ekosistem jalan tol yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga layanan dan teknologi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index