TANGERANG SELATAN - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) tengah merealisasikan pembangunan infrastruktur lingkungan yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pekerjaan meliputi pembangunan jalan dan saluran lingkungan yang mayoritas merupakan usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) 1, 2, dan 3 yang mengkaver wilayah masing-masing. UPT 1 untuk Kecamatan Pamulang dan Setu, UPT 2 mengkaver Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur, serta UPT 3 Kecamatan Serpong, Serpong Utara, dan Pondok Aren.
Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan turut dilibatkan untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan dari warga penting untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan usulan dan kebutuhan lingkungan.
“Karena pekerjaan itu juga yang akan mereka nikmati. Masyarakat juga diajak untuk mengawasi bersama. Supaya nanti hasilnya benar-benar sesuai dengan yang diusulkan,” katanya, Selasa (1/9/2026).
Sebagian besar pembangunan infrastruktur lingkungan yang dikerjakan saat ini merupakan hasil usulan masyarakat melalui Musrenbang. Paling dominan pengusulnya sebenarnya berasal dari Musrenbang.
Warga terutama yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan diminta aktif memantau proses pembangunan. Selain memastikan kualitas pekerjaan, pengawasan tersebut juga untuk mencegah pelaksanaan pembangunan bergeser dari titik yang telah diusulkan dan disepakati.
“Saya selalu menekankan, mengajak mereka terutama yang di sekitar lokasi untuk bantu mengawasi. Supaya sesuai dengan yang mereka usulkan di awal. Jangan sampai salah titik juga,” tegasnya.
Sebelum pekerjaan dimulai, pihak terkait juga membangun kesepahaman dengan masyarakat di lokasi. Pemerintah berada dalam posisi melayani kebutuhan warga yang telah disampaikan melalui proses E-Musrenbang.
Namun, masukan masyarakat tetap diperlukan, terutama apabila terdapat kondisi teknis di lapangan yang perlu disesuaikan agar hasil pembangunan lebih optimal.
“Kami perlu kesepakatan di lapangan. Lingkungan harus mengetahui, menginginkan, dan memang mengusulkannya. Kami dalam posisi melayani mereka. Kecuali kalau dalam hal teknis ada yang kurang pas, tentu bisa disesuaikan agar hasilnya lebih baik,” tuturnya.
Kondisi cuaca saat ini turut mendukung dan membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Dengan kondisi tersebut, pembangunan infrastruktur lingkungan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan target penyelesaian.