Gempa Nagekeo: 300 Dokumen Kependudukan Terbit di Posko Pengungsian, Starlink Dikerahkan

Gempa Nagekeo: 300 Dokumen Kependudukan Terbit di Posko Pengungsian, Starlink Dikerahkan

BERITAKINI.CO.ID — Bencana gempa yang melanda Nagekeo tak hanya merenggut korban jiwa dan merusak ribuan rumah, tetapi juga menghancurkan dokumen kependudukan warga. Padahal, dokumen seperti kartu keluarga (KK) dan KTP elektronik menjadi syarat mutlak untuk mengakses bantuan sosial, layanan kesehatan, dan pendidikan pascabencana.

Enam Ribu Blangko KTP dan Perangkat Starlink Disiagakan

Untuk memastikan hak administratif warga tetap terpenuhi, Ditjen Dukcapil bersama Dinas Dukcapil Nagekeo langsung bergerak. Mereka mendirikan posko pelayanan terpadu di tengah lokasi pengungsian, lengkap dengan perangkat perekaman dan pencetakan dokumen.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi yang hadir langsung menyerahkan bantuan berupa 6.000 keping blangko KTP elektronik, ribbon, serta perangkat Starlink. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan mempercepat proses penerbitan dokumen di lokasi terdampak.

Ratusan Dokumen Terbit di Hari Pertama Pelayanan

Pelayanan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus itu berlangsung sejak pukul 07.30 WITA. Tim gabungan yang terdiri dari jajaran pusat dan daerah langsung bekerja melayani warga yang mengungsi.

Hingga akhir hari, petugas berhasil menerbitkan 300 dokumen kependudukan. Rinciannya, 108 KTP elektronik, 93 kartu keluarga, 49 kartu identitas anak, 26 akta kelahiran, empat akta kematian, dan tiga akta perkawinan. Selain itu, dilakukan sembilan perekaman KTP elektronik baru dan penerbitan lima surat keterangan pindah.

Dukcapil Hadir di Titik Pengungsian

Teguh menegaskan, layanan kependudukan harus tetap berjalan meski masyarakat berada dalam kondisi darurat. Ia menyebut kehadiran petugas di pengungsian adalah wujud nyata dari komitmen Dukcapil untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

"Tidak boleh ada warga yang kehilangan haknya hanya karena dokumen kependudukan rusak atau hilang akibat gempa," ujar Teguh dalam keterangannya.

Senada dengan itu, Kasubdit Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Dukcapil, Indersan Rakha, menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, hal itu menjadi faktor kunci agar layanan tetap efektif di tengah keterbatasan.

"Dukcapil hadir bukan hanya di kantor, tapi di titik pengungsian," katanya.

Dokumen Jadi Kunci Akses Bantuan Pemulihan

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengapresiasi dukungan tim Dukcapil pusat. Ia menilai dokumen kependudukan yang diterbitkan kembali menjadi kunci bagi warga untuk mengakses bantuan dan layanan dasar setelah bencana.

"Kami sangat terbantu dengan kehadiran Dukcapil," ujarnya.

Gempa yang mengguncang Nagekeo tercatat menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan 22 lainnya luka-luka. Sebanyak 7.430 rumah warga rusak, sementara 540 bangunan kantor dan fasilitas umum turut terdampak. Kerusakan tersebar di enam kecamatan dan 113 desa di kabupaten tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index