Banjir Bandang Nepal-Tibet: 469 Tewas, 910 Orang Masih Hilang

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 469 Tewas, 910 Orang Masih Hilang

BERITAKINI.CO.ID — Pemerintah Nepal melalui Kepolisian Nepal mencatat sedikitnya 469 korban jiwa hingga Jumat pagi waktu setempat. Sebanyak 64 jenazah ditemukan di wilayah hilir Distrik Chitwan dan 26 lainnya di Nawalparasi Timur. Otoritas setempat juga melaporkan 644 wisatawan asing masih belum ditemukan.

Penyebab Bencana: Longsor Gletser, Bukan Gempa

Laporan awal menyebutkan getaran di perbatasan Nepal-Tibet sempat dikaitkan dengan gempa bumi. Namun, United States Geological Survey (USGS) memastikan penyebabnya adalah kolapsnya gletser, bukan aktivitas seismik.

Dampak hantaman gletser yang runtuh ke dasar lembah tercatat memiliki kekuatan setara magnitudo 5,2. Material yang terbawa aliran sungai kemudian menciptakan dampak destruktif di wilayah hilir, termasuk di sepanjang Sungai Bhote Koshi, Trishuli, dan Narayani.

Rekaman video memperlihatkan dinding lumpur dan air setinggi gedung bertingkat menyapu bangunan pos pemeriksaan perbatasan Rasuvagadhi serta permukiman di kawasan Nuwakot. Wilayah perbatasan ini berada sekitar 64 kilometer di utara Kathmandu dan kerap dikunjungi wisatawan pendaki serta peziarah.

Ancaman Banjir Susulan dan Faktor Iklim

International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) memperingatkan risiko banjir sekunder dalam beberapa hari ke depan. Material longsor yang menyumbat aliran Sungai Trishuli di bagian sempit berpotensi membentuk bendungan alami yang bisa jebol sewaktu-waktu.

Ketua delegasi Palang Merah di Nepal, David Fisher, mengatakan peringatan ini membuat warga sekitar "sangat waspada". Otoritas setempat terus memantau titik-titik penyumbatan di sepanjang aliran sungai.

Para ilmuwan menyebut pemanasan global mempercepat penipisan gletser di kawasan Hindu Kush Himalaya, yang meningkatkan risiko longsor. Simon Cook, ilmuwan geosains dari University of Dundee, memperkirakan bagian bawah gletser di dekat puncak Langtang Lirung—sekitar 15 kilometer barat lokasi banjir—mengalami kolaps dan bergerak ke arah barat laut sebelum terbawa arus.

Cook menambahkan bahwa mencairnya lapisan es permanen (permafrost) yang selama ini menahan lereng gunung turut memperbesar potensi longsor. Namun, ahli geologi dari University of Calgary, Daniel Shugar, menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan secara pasti keterkaitan langsung peristiwa ini dengan perubahan iklim.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai yang terdampak. Otoritas Nepal melaporkan 44 personel tentara dan 28 polisi ikut hilang dalam tugas evakuasi. Nepal Tourism Board mencatat 33 warga negara asing yang dilaporkan hilang, sementara 517 lainnya merupakan warga negara asing yang tercatat dalam daftar orang hilang otoritas penanggulangan bencana.

Profesor ilmu bumi dari Oxford University, Mike Searle, memperkirakan gletser bisa saja runtuh beberapa jam atau hari sebelum banjir menerjang pemukiman. Skenario yang mungkin terjadi adalah air dari hujan atau es yang mencair menggenang di belakang material longsor sebelum akhirnya jebol dan melepaskan gelombang besar secara tiba-tiba.

Para peneliti kini tengah menganalisis citra satelit untuk memetakan lokasi persis longsor, mengecek apakah ada danau glasial yang tiba-tiba kering, serta meneliti data curah hujan terbaru untuk menyusun kronologi lengkap kejadian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index