Pembahasan Trase Bypass Sicincin-Bukittinggi Jadi Solusi Tol Padang

Pembahasan Trase Bypass Sicincin-Bukittinggi Jadi Solusi Tol Padang
Ilustrasi Tol Padang-Sicincin.(Sumber:NET)

PADANG - Rencana menjadikan jalur bypass sebagai jalan tengah di tengah polemik pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi akan dibahas dalam pertemuan bersama sejumlah pihak pada 8 September 2026. 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah untuk mematangkan skema pemanfaatan trase bypass yang telah lama direncanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari akses Jalan Tol Padang-Pekanbaru.

Pembahasan rencananya melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, PT Hutama Karya, Pemerintah Kabupaten Agam, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

"Kami akan duduk bersama pada 8 September untuk membahas solusi ini," kata Andre di Padang. Menurutnya, pemanfaatan trase bypass menjadi salah satu opsi yang didorong untuk menjawab aspirasi masyarakat terkait pembangunan tol pada ruas Sicincin-Bukittinggi.

Dalam skema tersebut, jalur bypass yang selama ini belum terealisasi akan dikembangkan dan diintegrasikan dengan pembangunan jalan tol. Bahkan, pemerintah pusat dan PT Hutama Karya akan didorong membantu proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalur tambahan sekitar 6 kilometer. Jalan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai bypass, tetapi juga direncanakan menjadi salah satu akses keluar atau exit tol menuju Bukittinggi.

"Jadi exit tol Bukittinggi itu nanti mempergunakan trase bypass yang ada," ujarnya. Andre menilai skema tersebut dapat menjadi solusi yang menguntungkan berbagai pihak. Selain proyek Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi tetap berjalan, masyarakat juga mendapatkan jalur alternatif baru yang dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Keberadaan bypass juga dinilai dapat menjadi alternatif untuk mengatasi persoalan kemacetan di kawasan Padang Luar, Kabupaten Agam. Jalur baru tersebut dapat menjadi pilihan jika pembangunan flyover Padang Luar tidak dapat direalisasikan. 

Menurut Andre, pertemuan pada 8 September mendatang menjadi bagian penting untuk menyatukan pandangan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak pelaksana proyek sebelum skema tersebut ditindaklanjuti.

Ia berharap pembahasan tersebut menghasilkan formula yang dapat menjembatani pembangunan jalan tol dengan aspirasi masyarakat yang selama ini muncul, baik dari kelompok yang mendukung maupun menolak proyek tersebut. "Jadi langkahnya adalah perlu solusi, agar proyek jalan tol bisa berjalan, tanpa ada yang merasa dirugikan," katanya.

Dengan skema pemanfaatan trase bypass tersebut, Andre berharap pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi tidak hanya menghadirkan jalan bebas hambatan, tetapi sekaligus membuka jalur alternatif baru bagi masyarakat dan membantu mengurangi kemacetan di kawasan Agam hingga Bukittinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index