Waspada Modus Scam Iklan Dongut Apple Kerap Sedot Kripto Korban

Waspada Modus Scam Iklan Dongut Apple Kerap Sedot Kripto Korban
Ilustrasi Scam Iklan Dongut.(Sumber:NET)

JAKARTA - Modus kejahatan penipuan baru di Singapura yang mencatut nama perusahaan teknologi raksasa Apple kian marak terjadi. Total kerugian korban hanya dalam rentang waktu dua minggu dilaporkan menembus angka S$195 ribu atau setara Rp2,7 miliar dalam bentuk aset mata uang kripto.

Aksi penipuan ini bekerja dengan cara mengoperasikan dan mengirimkan notifikasi berupa tampilan jendela pop-up langsung ke perangkat Apple target. Pihak penipu berhak mengklaim diri berasal dari manajemen Apple serta menginformasikan adanya indikasi akses ilegal pada akun target, atau mendesak pengguna untuk segera memperbarui password Apple ID mereka.

Setelah tampilan notifikasi muncul, para korban biasanya akan menerima sambungan telepon langsung dari pelaku yang berpura-pura menjadi tim dukungan teknis Apple. Sebagian besar panggilan telepon tersebut terlacak menggunakan kode nomor negara +1 yang teridentifikasi berasal dari kawasan Amerika Utara.

Para pelaku sengaja menakut-nakuti korban dengan menyebut bahwa akun Apple atau alamat surat elektronik (email) milik target telah berhasil diretas. Pelaku lantas menggiring korban masuk ke dalam tautan atau situs jebakan palsu seperti chat-apple.com serta case-apple.com. Melalui halaman tersebut, penipu akan memancing dan meminta sejumlah data sensitif, seperti kredensial Apple ID, akun mata uang kripto, hingga kode One Time Password (OTP).

Masyarakat yang menjadi korban umumnya baru menyadari bahwa mereka telah dijebak setelah menemukan adanya transaksi mencurigakan dan penarikan mata uang kripto tanpa izin di rekening milik mereka.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian setempat, setidaknya sudah ada 5 laporan kasus penipuan dengan skema dan modus yang sama sejak tanggal 7 Agustus 2026.

Sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kejahatan siber serupa, aparat kepolisian mengimbau publik untuk sama sekali tidak membagikan informasi rahasia seperti password Apple ID kepada siapa pun. Publik wajib mengingat bahwa pihak Apple tidak pernah meminta penggunanya untuk menyerahkan password Apple ID, kode OTP, maupun data kredensial akses masuk melalui saluran telepon, Notifikasi pop-up, atau tautan di internet.

Apabila muncul notifikasi yang meminta pembaruan atau pengaturan ulang password, pengguna disarankan untuk segera menutup notifikasi tersebut. Setelah itu, pengguna dapat langsung membuka menu aplikasi Pengaturan resmi pada perangkat untuk memeriksa status keamanan akun atau melakukan perubahan password secara mandiri. Langkah lain yang bisa diambil adalah mengontak pihak Apple secara resmi melalui layanan dukungan pelanggan mereka.

"Jika mencurigai akun mata uang kripto telah diretas, hubungi penyedia layanan mata uang kripto dan ambil langkah mengamankan akun Anda," ujar pihak kepolisian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index