Capaian Ekonomi Garut Tumbuh 5,9 Persen pada Peringatan HUT ke-81 RI

Capaian Ekonomi Garut Tumbuh 5,9 Persen pada Peringatan HUT ke-81 RI
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan sejumlah capaian positif pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81.(Sumber:NET)

GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut mencatat pertumbuhan ekonomi berada pada angka 5,9 persen, diiringi penurunan kemiskinan serta pengangguran sepanjang tahun 2025.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membeberkan capaian tersebut ketika memimpin jalannya upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Oto Iskandar Di Nata pada 17 Agustus 2026.

Laju perekonomian Garut mengalami kenaikan dari yang semula 4,95 persen pada 2024 menjadi 5,9 persen pada 2025 berdasar pada pencapaian pembangunan daerah.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah Kabupaten Garut turut merangkak naik dari posisi 69,91 poin menjadi 70,57 poin.

Lonjakan IPM tersebut memperlihatkan adanya perbaikan pada indikator pembangunan yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga daya beli warga.

Persentase masyarakat miskin mengalami penurunan dari 9,68 persen menjadi 9,39 persen, sehingga kian banyak penduduk yang lepas dari garis kemiskinan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga ikut terkoreksi melandai dari 6,96 persen menjadi 6,54 persen sepanjang kurun waktu pengukuran.

Angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mengalami kenaikan dari Rp29,01 juta menjadi Rp31,29 juta untuk setiap tahunnya.

"Hal itu di antaranya dibuktikan dengan pertumbuhan perekonomian Kabupaten Garut pada tahun 2025 mampu mencapai 5,9 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,95 persen," ucap Abdusy Syakur.

Bupati menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi pijakan dasar guna melanjutkan agenda pembangunan serta mengerek tingkat kesejahteraan warga Kabupaten Garut.

Pihaknya menyerukan kepada seluruh komponen daerah agar merawat kolaborasi supaya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan konsisten memberi kemanfaatan bagi publik.

Abdusy Syakur turut menyampaikan permohonan maaf atas beragam keterbatasan layanan maupun pembangunan yang hingga kini masih dirasakan warga.

Pemerintah Kabupaten Garut membuka pintu bagi masukan serta kritik konstruktif sebagai bahan perbaikan performa pelayanan publik dan pembangunan wilayah.

"Namun demikian di sisi lain, saya mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Garut. Kami tidak akan mampu melaju untuk maju, jika seluruh elemen masyarakat tidak menguatkan tekad, serta terus mengembangkan semangat kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Garut yang kami cintai ini," ucapnya.

Bupati mengimbau warga untuk menepikan perbedaan serta mempererat persatuan demi kelancaran pembangunan Garut secara berkesinambungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index