Pemkot Batam Siapkan 3 Jalan Lingkar untuk Dorong Ekonomi Daerah

Pemkot Batam Siapkan 3 Jalan Lingkar untuk Dorong Ekonomi Daerah
Wali Kota Batam Amsakar Achmad.(Sumber:NET)

BATAM - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau tengah merancang pembangunan infrastruktur tiga jalan lingkar. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan aksesibilitas antarwilayah sekaligus mendorong laju pertumbuhan kawasan.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa proyek fisik ini tidak hanya diproyeksikan untuk mempermudah pergerakan masyarakat, namun juga guna menyokong mobilitas ekonomi dan ekspansi wilayah.

"Kami ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antar kawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kami menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan," ujar Amsakar.

Proyek pengembangan jalan lingkar di wilayah ini terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Lingkar Tengah.

Untuk jalur Lingkar Selatan, total lintasan yang direncanakan mencapai 10,075 kilometer dengan alokasi anggaran berkisar Rp183,32 miliar.

Rute Lingkar Selatan melintasi titik-titik berikut:

  • Simpang Sei Pancur
  • Simpang Kampung Bagan
  • Waduk Duriangkang
  • Jalan Waduk Duriangkang sisi laut
  • Jembatan Waduk Duriangkang sisi laut
  • Waduk Duriangkang hingga Simpang Bumi Perkemahan

Untuk Lingkar Utara, panjang jalur dirancang sepanjang 14,508 kilometer dengan kebutuhan dana senilai Rp260,42 miliar.

Cakupan area Lingkar Utara meliputi:

  • Simpang Golden Prawn
  • Bundaran Ocarina
  • Gedung Sumatera
  • Central Boulevard
  • Botania Garden
  • Simpang Kaveling Sambau

Sementara itu, Lingkar Tengah dirancang paling panjang yakni 18,558 kilometer dengan estimasi biaya Rp355,76 miliar.

Lintasan Lingkar Tengah menghubungkan beberapa titik strategis:

  • Simpang Kantor Lurah Kibing
  • Jalan Diponegoro
  • Tiban Housing
  • Tiban Indah
  • Tanjung Uma
  • Pondok Pelangi

Secara keseluruhan, akumulasi panjang bentang jalan dari ketiga segmen Lingkar Selatan, Utara, dan Tengah tersebut mencapai kurang lebih 43,14 kilometer.

Pemerintah setempat menegaskan bahwa pengerjaan proyek akan dilakukan bertahap. Hal ini menyesuaikan kesiapan dokumen perencanaan, alokasi anggaran, hingga pembagian porsi kewenangan antara Pemkot Batam dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

"Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, kami akan melaksanakannya secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," tutur Amsakar.

Berdasarkan skema pelaksanaan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, target pengerjaan jalan lingkar ditetapkan sepanjang 3,5 kilometer pada 2026 dan berlanjut 4,767 kilometer pada 2027.

Ia menuturkan, keberadaan jalan terhubung sangat krusial bagi masa depan kota karena sanggup memangkas durasi perjalanan, membuka keterisolasian wilayah, serta memperlancar arus barang dan manusia.

"Batam terus berkembang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu. Kami ingin konektivitas semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah bergerak dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh di berbagai kawasan," jelasnya.

Agenda pembangunan jalan lingkar ini menegaskan komitmen kepemimpinan daerah dalam menghadirkan jaringan infrastruktur terpadu yang sanggup menautkan berbagai sudut wilayah Batam secara luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index