JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menggelar operasi penggerebekan di wilayah Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga seorang bandar narkotika berinisial MR alias Bos Gendut berhasil diamankan.Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak BNN agar terus memburu para bandar besar yang lain.
"Maksimalkan untuk menangkap semua bandar besarnya, jangan lengah tetep operasi untuk pemberantasan narkotika, ini merusak generasi bangsa ke depan," kata Sahroni saat dihubungi, Senin (17/8/2026).
Ia menyampaikan bahwasanya masih ada banyak bandar narkotika yang beroperasi di wilayah Indonesia, khususnya di area Jakarta Utara.Ia mengingatkan supaya BNN beserta instansi penegak hukum lainnya tidak mengendurkan pengawasan.
"Masih banyak bandar-badar yang beredar di Indonesia, terutama Jakarta Utara, pesan saya jangan lengah dan tetap operasi pemberantasan narkotika dengan sigap," ucap dia.
Ia turut memberikan apresiasi terhadap langkah BNN yang telah mencokok Bos Gendut.Ia mendorong pihak BNN untuk memperintens tindakan pemberantasan narkotika.
"Apresiasi besar buat BNN yang sering-sering melakukan penindakan pemberatasan peredaran narkotika di Indonesia, terutama di Jakarta Utara, ini bentuk komitmen negara untuk meminimalisir peredaran narkotika yang bisa merusak generasi bangsa. BNN jangan setop sampai di sini teruskan penindakan seperti ini," tutur dia.
Ia pun menambahkan bahwa area Jakarta Utara masuk dalam daftar zona merah peredaran barang haram tersebut.
"Ini harus jadi perhatian khusus bagi aparat penegakan hukum, sesering mungkin lakukan operasi pencegahan, juga penindakan, di semua catatan warna merah," tutur dia.
Badan Narkotika Nasional (BNN) melangsungkan aksi penggerebekan di area Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.Seorang bandar kelas atas sudah diamankan dan jajaran bandar narkotika lainnya di kawasan tersebut kini tengah dalam pengawasan ketat petugas.
Tindakan penertiban tersebut dilangsungkan pada Kamis (13/8).Aparat pada mulanya mengamankan seorang lelaki berinisial MR atau Bos Gendut, yang merupakan salah satu figur bandar narkotika di Kampung Bahari.
"Awalnya kami tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kami bawa ke dalam untuk pengembangan," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan.
Aparat selanjutnya menggiring MR kembali ke Kampung Bahari guna melakukan pengusut mendalam serta menunjuk lokasi penyimpanan narkotika milik jaringan tersebut.Kala aparat melangkah masuk, deretan simpatisan MR melakukan perlawanan terhadap petugas.
Beberapa orang melempar mercon ke arah aparat.Kendati demikian, aksi perlawanan itu berakhir gagal karena petugas sanggup mendesak balik kerumunan massa sekaligus mengamankan sejumlah simpatisan dari MR.