Data Gempa NTT M7,7 Jadi Sorotan Menteri PU Dody Saat Pimpin HUT RI ke-81 di Ende

Data Gempa NTT M7,7 Jadi Sorotan Menteri PU Dody Saat Pimpin HUT RI ke-81 di Ende
Data Gempa NTT M7,7 Jadi Sorotan Menteri PU Dody Saat Pimpin HUT RI ke-81 di Ende

JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) tercatat sebagai salah satu gempa terbesar secara global tahun ini, dan menjadi latar belakang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebagai inspektur upacara.

Data United States Geological Survey (USGS) menunjukkan skala gempa tersebut berada tepat di bawah gempa M7,8 yang melanda Filipina pada Juni lalu. Sementara itu, laporan BMKG mencatat gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Getaran gempa dirasakan luas melingkupi wilayah NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan.

Upacara HUT RI ke-81 digelar di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, NTT, pada Senin (17/8/2026), dan dihadiri oleh Bupati Ende Yosef Benediktus serta Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu. Meskipun sempat terhenti sejenak akibat gempa susulan berkekuatan 5,8 SR, jalannya upacara tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan seluruh peserta.

Dalam amanatnya, Menteri Dody menyampaikan rasa duka cita mendalam dan doa bagi para korban gempa yang terjadi dua hari sebelumnya. "Hati dan doa kita juga bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang 2 hari lalu diguncang gempa bumi. Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberi keselamatan dan kekuatan, dan keadaan segera pulih," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Dody menegaskan bahwa Kementerian PU siap siaga melakukan penanggulangan darurat sekaligus memulihkan infrastruktur publik. Menurutnya, negara wajib hadir ketika sarana jalan terputus, pasokan air bersih terhenti, fasilitas sekolah tak dapat dipakai, maupun saat warga kehilangan tempat tinggal.

Peringatan kemerdekaan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Kementerian PU dalam menghadirkan peran negara lewat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Langkah ini sejalan dengan empat pedoman arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu menegakkan UUD 1945, mengutamakan kepentingan nasional, menangani persoalan rakyat secara cepat, serta bekerja untuk kesejahteraan masyarakat dan generasi penerus.

"Bagi kita di Kementerian PU ukurannya sederhana, apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan hidup rakyat. Pekerjaan kita belum selesai ketika konstruksi selesai, pekerjaan kita selesai ketika air benar-benar sampai ke sawah," kata Menteri Dody.

Mengakhiri pidatonya, Menteri Dody berpesan agar seluruh jajaran Kementerian PU memaknai kemerdekaan melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi publik. Semangat tersebut diwujudkan lewat penyediaan infrastruktur yang memperluas konektivitas, memperkuat ketahanan pangan dan air, meningkatkan taraf hidup, serta memastikan kehadiran negara di kala masyarakat tertimpa bencana.

Hingga Sabtu petang, data sementara BNPB mencatat 47 korban jiwa dan sekitar 2.000 warga Kabupaten Nagekeo terpaksa mengungsi. BMKG juga mengidentifikasi sebanyak 37 gempa susulan dengan rentang magnitudo M3,7 hingga M6,2. Kerusakan fisik sementara mencakup 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan, di samping puluhan gedung sekolah, sarana kesehatan, kantor pemerintahan, pelabuhan, serta terminal bandara.

BMKG sempat memicu peringatan dini tsunami usai terdeteksi kenaikan permukaan air laut antara 0,14 hingga mendekati 1 meter di beberapa area pesisir sebelum akhirnya peringatan tersebut dicabut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index