Kementerian PU Apresiasi Pembangunan Skala Besar Pemprov Sulsel

Kementerian PU Apresiasi Pembangunan Skala Besar Pemprov Sulsel
Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Apri Artoto.(Sumber:NET)

MAKASSAR - Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Apri Artoto, menyampaikan apresiasinya terhadap program Multi Years Project yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pihaknya menilai langkah tersebut merupakan kali pertama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan proyek infrastruktur dalam skala besar.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Apri saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada pekan lalu. Kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum tersebut disambut secara langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan.

"Pak Sekjen mengapresiasi program MYP Pemerintah Sulawesi Selatan. Karena program seperti ini baru pertama dilakukan Pemprov Sulsel dengan skala besar," kata Andi Ihsan, Senin (7/9/2026).

Program Multi Years Project untuk Tahun Anggaran 2025-2027 tersebut resmi diluncurkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sejak Oktober tahun lalu. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp3,7 Triliun yang bersumber dari hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemprov Sulsel.

Proyek strategis ini mencakup perbaikan akses jalan sepanjang 1.000 kilometer, pembenahan jaringan irigasi untuk 54.000 hektar lahan pertanian, serta pembangunan dua unit rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu. Proses pengerjaan terus dipacu dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun depan.

"Apresiasi dari Kementerian PU ini tentunya menjadi dorongan bagi Pemprov Sulsel untuk terus mengembangkan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan," pasar Andi Ihsan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas dampak lanjutan dari program Multi Years Project terhadap keterhubungan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan. Pembangunan yang mencakup 85 ruas jalan ini dinilai strategis untuk membuka akses antardaerah, mempermudah mobilitas warga, serta mendukung alur distribusi barang.

"Selain membahas MYP, kami juga mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan di Seko, Rongkong, Sabbang dan sejumlah jalan lainnya lewat inpres jalan daerah Sulsel," pungkas Andi Ihsan.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memaparkan empat alasan utama pihak pemerintah daerah memilih pola pembangunan tahun jamak dibanding sistem penganggaran tunggal.

Alasan pertama yakni untuk memastikan penyelesaian fisik proyek berskala besar secara sempurna, seperti pengerjaan jalan maupun rumah sakit. Masa pengerjaan satu tahun dinilai kurang mencukupi untuk merampungkan fasilitas pendukung, serta pengerjaan jalan secara bertahap berisiko memicu kerusakan pada bagian sambungan akibat perbedaan usia material dan cuaca.

Alasan kedua berfokus pada penghematan biaya dan efisiensi waktu lelang. Proses tender satu kali untuk paket bernilai Rp500 miliar dianggap jauh lebih efisien dibanding mengulang proses lelang sepuluh kali bernilai Rp50 miliar yang berpotensi memicu kerugian serta penganggaran ganda.

Alasan ketiga adalah menarik keterlibatan BUMN serta kontraktor skala nasional demi menjaga mutu pekerjaan, dengan tetap memberlakukan ketentuan kandungan lokal sebesar 40 persen agar penyedia jasa daerah dapat berpartisipasi.

Alasan keempat adalah menjamin kepastian alur kas serta pembiayaan daerah. Melalui sistem tahun jamak, pemerintah daerah memiliki fleksibilitas dalam menyusun proyeksi pembayaran secara berkala sesuai realisasi pendapatan hingga dua sampai tiga tahun mendatang. Langkah strategis ini menjaga keamanan fiskal daerah sekaligus mencegah risiko kegagalan pembayaran kepada pihak penyedia jasa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index