Perkuat Teknologi Maritim, IKA ITS Jatim Dorong Pembangunan Daerah

Perkuat Teknologi Maritim, IKA ITS Jatim Dorong Pembangunan Daerah
Acara Forum Strategis Nasional dan Rapat Kerja PW IKA ITS Jawa Timur di Surabaya, Jatim.(Sumber:NET)

SURABAYA - Ikatan Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jawa Timur mempererat sinergi teknologi maritim bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor industri, hingga BUMN demi menyokong program hilirisasi, ekonomi hijau-biru, serta penanganan berbagai tantangan pembangunan di daerah.

Sekretaris Umum Pengurus Wilayah (PW) IKA ITS Jatim yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II ITS, Machsus menilai bangsa Indonesia mesti memperbarui sudut pandangnya terhadap wilayah perairan laut.

"Laut bukanlah pemisah di antara kami, laut adalah penghubung, laut adalah sumber kehidupan, dan laut adalah masa depan Indonesia," ujarnya di Surabaya, Jatim, Kamis.

Ia menyampaikan bahwa kekayaan potensi maritim Indonesia tidak serta-merta menjelma menjadi kekuatan ekonomi tanpa adanya penguasaan sains dan teknologi, inovasi berkelanjutan, hilirisasi produk, penguatan kapasitas SDM, serta kolaborasi antar-sektor.

"Potensi tidak otomatis menjadi keunggulan, sumber daya tidak otomatis menjadi kesejahteraan, dan gagasan besar tidak otomatis menjadi kenyataan," katanya.

Menurut pandangannya, institusi pendidikan tinggi memegang peranan krusial dalam melahirkan inovasi dan teknologi yang sanggup menjawab kebutuhan masyarakat, dunia industri, maupun pemerintah.

Di sisi lain, Wali Kota Surabaya yang turut mengemban amanah sebagai Ketua Umum PW IKA ITS Jatim, Eri Cahyadi menyatakan bahwa potensi jejaring alumni harus terkonsolidasi secara baik agar sanggup menjadi jembatan penghubung antar akademisi, pengambil kebijakan, pelaku industri, BUMN, hingga masyarakat umum.

"Semangatnya adalah menyatukan gagasan menjadi gerakan dan mengubah potensi menjadi kekuatan," kata Eri.

Ia berpandangan bahwa kolaborasi lintas sektor teramat penting mengingat kampus mempunyai basis keilmuan dan teknologi, pemerintah memegang otoritas kebijakan, sektor industri menguasai investasi dan pasar, sementara alumni memiliki jaringan luas yang mampu menyatukan pelbagai kepentingan tersebut.

PW IKA ITS Jatim bersama pihak kampus ITS juga memperluas kemitraan strategis dengan beberapa pemerintah kabupaten/kota guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan inovasi demi menyelesaikan isu-isu pembangunan daerah.

Arah pengembangan sektor kemaritiman ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pengembangan ekonomi biru, hilirisasi di sektor kelautan serta perikanan, hingga pembaruan teknologi maritim.

Ketua Harian PW IKA ITS Jatim, Yoke Candra Katon menegaskan bahwa wadah alumni wajib mengarahkan program kerja pada agenda-agenda yang realistis serta dapat direalisasikan secara nyata.

"Jangan sampai kami memiliki banyak program, tetapi kemudian sulit dieksekusi. Karena itu, program harus diprioritaskan berdasarkan kekuatan masing-masing bidang," ujarnya.

Ia turut menambahkan bahwa keterlibatan para alumni dari berbagai tingkatan generasi akan terus diperkuat memanfaatkan bermacam saluran komunikasi organisasi.

"Kesibukan profesional masing-masing pengurus perlu diimbangi dengan komitmen untuk menyediakan waktu, energi, jaringan, dan kontribusi bagi organisasi," katanya.

Di samping pemantapan kerja sama teknologi, perhimpunan alumni ini juga membangun ekosistem perekonomian alumni lewat ajang business matching, startup pitching, forum bisnis, pendampingan UMKM, hingga kemitraan dengan entitas bisnis milik atau pimpinan alumni ITS.

Sebanyak 36 peserta Future Leaders Program (FLP) turut menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung dalam agenda kolaborasi organisasi demi menjaga keberlanjutan kepemimpinan serta kontribusi alumni bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index