Percepat Pemulihan Aceh, Kementerian PU Angkut Material Bencana

Percepat Pemulihan Aceh, Kementerian PU Angkut Material Bencana
Sebanyak 650 titik fasilitas umum di Aceh telah dibersihkan hingga 9 Agustus 2026.(Sumber:NET)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan pemerintah terus mengakselerasi penanganan dampak bencana di Provinsi Aceh, salah satunya lewat pembersihan lumpur, sampah, serta material sisa bencana yang menutup sejumlah fasilitas publik maupun kawasan permukiman.

Sampai 9 Agustus 2026, Kementerian PU telah membereskan sebanyak 33.163,69 ton material bencana dari berbagai wilayah terdampak di Aceh.Pembersihan dilaksanakan sebagai bagian dari langkah memulihkan fungsi fasilitas umum, lingkungan, hingga layanan dasar warga.

Dody mengungkapkan penanganan material lumpur menjadi salah satu pengerjaan yang diprioritaskan, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak sedimentasi serta timbunan lumpur amat besar.

“Penanganan lumpur menjadi salah satu prioritas utama. Sejak awal bencana, sedimentasi dan lumpur merupakan salah satu permasalahan utama pascabencana Aceh, khususnya di Aceh Tamiang. Karena itu harus segera dibersihkan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dan lingkungan dapat dipulihkan,” kata Dody dalam keterangan resmi, Senin, 10 Agustus 2026.

Pembersihan material bencana dikerjakan pada beberapa daerah, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya.Proses tersebut memobilisasi tenaga beserta peralatan yang dikerahkan secara langsung ke kawasan terdampak.

Disamping mengangkut material bencana, Kementerian PU turut merampungkan pemulihan pada ratusan fasilitas publik.Hingga 9 Agustus, sebanyak 650 titik fasilitas umum di Aceh telah rampung dibersihkan.

Penanganan juga direalisasikan pada kawasan permukiman.Sebanyak 68 kawasan permukiman telah ditangani dengan fokus utama pengangkutan lumpur, sampah rumah tangga, serta material lain yang mengganggu aktivitas warga.

Pemulihan pascabencana tak cuma ditujukan bagi pembersihan permukaan.Kementerian PU turut membenahi infrastruktur sanitasi serta persampahan yang terdampak supaya pelayanan dasar masyarakat bisa beroperasi kembali.

Dari 10 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang terdampak bencana, lima titik telah selesai ditangani.Sedangkan lima TPA lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Bagi fasilitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), seluruh 10 lokasi terdampak telah berhasil diselesaikan penanganannya.

Kementerian PU pun melanjutkan pemulihan sejumlah infrastruktur dasar lainnya dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.Infrastruktur tersebut meliputi sistem penyediaan air minum, jalan, jembatan, hingga infrastruktur sumber daya air.

Dody menegaskan penanganan pascabencana wajib dikerjakan secara menyeluruh.Pembersihan material merupakan langkah awal guna membuka kembali akses serta aktivitas warga, sedangkan pemulihan infrastruktur dibutuhkan supaya pelayanan dasar dapat beroperasi secara bertahap.

Upaya ini menjadi wujud komitmen Kementerian PU dalam mempercepat pemulihan Aceh pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara aman dan fasilitas dasar beroperasi kembali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index