YOGYAKARTA - Jasa Marga membidik jalan penghubung dari gerbang tol ke Bokoharjo yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul dapat difungsikan pada momen Lebaran 2027.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwanto menuturkan bahwa pihaknya baru saja mengadakan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menyampaikan progres pengerjaan jalur dari exit tol Purwomartani ke Bokoharjo atau arah Gunungkidul.
“Ya, Gunungkidul ini kan sebetulnya tidak sampai Gunungkidul (jalan tol), ya. Artinya ke Bokoharjo. Kan sebelumnya keluar di Purwomartani (exit tol), maka harus sampai dengan Prambanan. 1,9 km dari pintu Purwomartani ke Bokoharjo sangat membantu masuk ke jalan baru, ya, menuju Gunungkidul. Nah, ini pasti akan bermanfaat untuk masyarakat,” jelas dia, Kamis (6/8/2026).
Dia menuturkan kembali bahwa pintu keluar tol tetap bertempat di Purwomartani, namun untuk akses menuju Gunungkidul dibutuhkan jalan penghubung sepanjang 1,9 hingga 2 kilometer sampai wilayah Bokoharjo.
“Jadi sangat membantu. Dan termasuk untuk masyarakat juga, contoh dari Jogja Selatan lewat Jalan Raya Wonosari juga bisa masuk tol ke Jogja-Solo melalui Bokoharjo,” katanya.
Rivan mengimbuhkan, pengerjaan jalur Bokoharjo tersebut diproyeksikan bisa dipakai secara fungsional sewaktu Mudik Lebaran 2027 mendatang.
Dirinya meyakini keberadaan jalan Bokoharjo yang difungsikan ini bakal mendukung kelancaran rekayasa arus lalu lintas selama masa Lebaran.
“Di tahun ini (lebaran), sudah lebih mencapai 12.000 traffic lalu lintas yang melewati ini. Sehingga kalau tahun depan sudah sampai 20.000 pasti tanpa ada jembatan ini tidak akan cukup untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Sehingga mau tidak mau harus disegerakan,” kata dia.
“Dan sekarang tinggal mengerjakan yang di Adisutjipto maupun harus melompati rel kereta api maupun juga Sungai Opak. Mudah-mudahan tetap bisa dikejar di tahun ini sehingga pada saat nanti Lebaran bisa digunakan fungsional,” kata dia.
Dalam audiensi bersama Sultan HB X tersebut, Jasa Marga turut memberikan laporan seputar perkembangan pengerjaan tol ruas Yogyakarta-Solo serta Yogyakarta-Bawen.
“Kami melaporkan dari Jogja-Solo termasuk dengan penambahan dari Purwomartani yang sekarang sudah siap 100 persen dari Prambanan sampai Purwomartani. Bahkan di Purwomartani ini ditambahkan lagi dengan adanya elevated dengan penambahan jembatan menuju ke Bokoharjo,” jelas dia.
Hadirnya sarana jalan ini diharapkan membuat arus kendaraan tidak menumpuk di area Adisucipto, sekaligus memberikan rute alternatif bagi pengendara menuju Gunungkidul selain via Jalan Raya Wonosari.
“Selanjutnya, juga kami melaporkan progres yang dari Jombor sampai Trihanggo. Ini juga sampai Sleman junction kami sebutkan. Karena ini akan terkait dengan Jogja-Bawen yang sampai di seksi 1 di Banyurejo,” jelas dia.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwasanya tol dari Purwomartani membutuhkan keberadaan jalan penunjang dengan status jalan kabupaten maupun provinsi.