JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan dukungannya terhadap pengembangan kawasan industri kendaraan nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan merencanakan pembangunan akses keluar tol menuju Kawasan Instalasi Strategis Nasional yang bakal menjadi lokasi pembuatan mobil dan sepeda motor listrik nasional kepunyaan PT Pindad (Persero).
Komitmen tersebut diutarakannya saat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau lokasi rencana pembangunan pabrik mobil nasional bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit Puji Santosa pada Selasa (21/7/2026).
Dody menyampaikan bahwa dukungan fasilitas fisik diarahkan guna memperkokoh konektivitas kawasan industri sekaligus menopang kelancaran arus logistik.
"Untuk kawasan industri Subang, dukungan itu diwujudkan melalui konektivitas Jalan Tol Akses Patimban dan akses sementara pada Jalan Tol CikampekāPalimanan," ujar Dody.
Bukan hanya menyokong pengembangan industri otomotif nasional, Kementerian PU turut menegaskan komitmennya dalam memperkuat sarana pertahanan lewat beberapa proyek strategis.
Salah satunya yakni menyiapkan sejumlah ruas jalan tol supaya dapat dimanfaatkan sebagai pendaratan darurat bagi pesawat tempur dalam situasi tertentu.
Menurut Dody, skema tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan sarana konektivitas kini dirancang lebih terpadu dengan kebutuhan strategis nasional.
"Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur kini tidak lagi bersifat sektoral, melainkan terintegrasi dengan kebutuhan strategis nasional, termasuk pertahanan dan keamanan," katanya.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat bakal memperkuat kesiapandataan sistem pertahanan nasional.
Menurutnya, fasilitas tersebut dapat dipergunakan ketika pangkalan udara utama tak bisa dioperasikan akibat keadaan darurat.
"Kami memang perlu menempel ke Pak Menteri PU supaya di jalan tol itu bisa ditentukan tempat untuk short takeoff dan landing pesawat tempur yang ada di sini, kalau air force base kami mengalami gangguan pada pendaratan darurat di sini," ujar Sjafrie.
Di lain sisi, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit Puji Santosa menggarisbawahi pentingnya pembuatan akses keluar tol guna menunjang operasional kawasan industri strategis yang sedang dikembangkan.
Menurutnya, akses langsung menuju jalan tol akan mendongkrak efisiensi distribusi logistik, mengingat daya tampung jalan kabupaten di sekitar kawasan masih terbatas.
"Hari ini kami mengundang Bapak Menteri PU bersama Kepala BPJT dalam rangka mempresentasikan kami memerlukan akses tol. Nanti kami mohon izin untuk kami bisa bekerja bersama-sama untuk akses ini. Selain itu, untuk mendukung akses logistik, karena jalan-jalan kabupaten itu sangat kecil sekali, mohon izin kami akan siapkan agar bisa menjadi dua arah sampai ke Batalyon Teritorial Pembangunan," tutur Sigit.
Kerja sama antara Kementerian PU, Kementerian Pertahanan, dan PT Pindad ini menjadi tindakan nyata pemerintah dalam memadukan pembangunan sarana sipil dengan kepentingan industri strategis serta pertahanan nasional.
Selain memperkokoh konektivitas kawasan manufaktur kendaraan nasional, proyek ini diharapkan mampu mendongkrak kesiapsiagaan sarana nasional sewaktu menghadapi bermacam kondisi darurat.