Strategi Gaikindo Hadapi Dampak BI Rate pada Industri Otomotif

Strategi Gaikindo Hadapi Dampak BI Rate pada Industri Otomotif
Ilustrasi Industri Otomotif.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diprediksi bakal menjadi tantangan baru bagi pasar kendaraan di kelas harga Rp300 juta ke bawah.

Model-model terlaris seperti Toyota Avanza, Honda Brio, Daihatsu Sigra, dan Toyota Calya dinilai sangat rentan terdampak lantaran mayoritas pembelinya memanfaatkan fasilitas pembiayaan kredit.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menjelaskan bahwa segmen kendaraan terjangkau amat peka terhadap penyesuaian biaya cicilan.

Lonjakan bunga berpeluang menaikkan beban angsuran, sehingga berpotensi menunda pertimbangan masyarakat dalam meminang mobil.

"Secara keseluruhan mobil-mobil yang banyak diminati masyarakat, yang harganya di bawah Rp300 juta itu sangat price sensitive. Demikian juga kendaraan-kendaraan komersial karena kebutuhan usaha kan enggak bisa ditunda," ujar Kukuh, dikutip Selasa (21/7/2026).

Kategori mobil terjangkau sejauh ini merupakan penopang utama pasar otomotif tanah air.

Kukuh mengungkapkan ada sekitar 70% pembeli memilih mobil pada rentang harga tersebut.

Di samping itu, sebagian besar transaksi memanfaatkan skema kredit, sehingga perubahan suku bunga bakal langsung berdampak pada nilai cicilan saban bulan.

"Betul, kan sekitar 70% juga masyarakat beli kendaraan yang memang harganya seperti itu," katanya.

Kendati demikian, imbas dari lonjakan bunga ini diproyeksikan tidak memukul seluruh segmen secara merata.

Lini kendaraan niaga dinilai lebih tangguh menghalau tekanan karena dibeli oleh para pelaku bisnis demi menunjang aktivitas operasional.

Sebaliknya, mobil keluarga serta city car incaran rumah tangga berisiko mengalami penurunan permintaan lantaran konsumen lebih peka terhadap lonjakan angsuran.

Guna merawat tren penjualan, Gaikindo memprediksi para produsen otomotif dan lembaga pembiayaan bakal menggenjot beragam penawaran menarik, seperti bunga ringan, DP terjangkau, hingga tenor yang lebih panjang demi menjaga angsuran tetap ramah di kantong.

Menurut Kukuh, penyedia jasa pembiayaan turut berkepentingan mempertahankan performa penyaluran kredit, sehingga ragam insentif diprediksi kian gencar ditawarkan bila suku bunga terus merangkak naik.

"Sebagian besar orang beli mobil dengan cara kredit. Lembaga-lembaga pembiayaan kendaraan bermotor tentu juga berharap kinerjanya tetap meningkat. Mereka kemungkinan akan memunculkan program-program yang menarik dan masih dalam jangkauan masyarakat," ujarnya.

Para pelaku usaha berharap jurus promosi ini sanggup menahan tekanan kenaikan BI Rate, sehingga performa penjualan model bervolume tinggi layaknya Avanza, Brio, Sigra, Calya, serta mobil di bawah Rp300 juta lainnya tetap stabil di tengah naiknya biaya kredit.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index