JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam mengandangkan armada angkutan konvensional dan beralih penuh ke kendaraan listrik (EV) paling lambat pada 2030.
Langkah taktis ini dirancang guna memangkas polusi udara serta membangun sistem pergerakan warga ibu kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyampaikan bahwa proses peralihan ini dijalankan lewat beberapa fase berjenjang.
"Jadi target kami di 2027 itu adalah 10.000 unit dan saat ini di 2025 baru 500 unit yang EV saja karena di 2027, 2050, baru 2030, semuanya, seluruh transportasi Jakarta sudah akan pakai EV,"ujarnya.
Guna merealisasikan sasaran akhir tersebut, pihak Pemprov menyusun tolok ukur jangka menengah dengan menghadirkan 10.000 armada angkutan umum listrik di tahun 2027.
Adapun pada kondisi 2025 saat ini, populasi angkutan umum yang sudah menggunakan daya listrik baru berada di angka 500 unit.
Di samping pemenuhan kuantitas unit, pemerintah daerah turut mematok agar 50 persen dari keseluruhan angkutan massal sudah berbasis listrik pada 2027 mendatang.
Program percepatan ini tidak cuma menyasar moda transportasi milik pemerintah daerah semata.
Pemprov DKI Jakarta mendorong keterlibatan aktif para pengelola armada, penyedia jasa angkutan, hingga perusahaan penyedia aplikasi untuk mempercepat penggunaan armada EV pada kegiatan operasional sehari-hari.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur agar industri angkutan publik di Jakarta sepenuhnya mengadopsi teknologi listrik sesuai linimasa yang ditetapkan.
Meski begitu, Budi memaparkan bahwa keberadaan armada listrik saat ini belum memberi dampak besar terhadap pemulihan mutu udara Jakarta.
Kondisi tersebut disebabkan oleh porsi kendaraan listrik yang masih sangat minim, yaitu di bawah 10 persen dari total kendaraan yang beroperasi, sementara populasi kendaraan berbahan bakar fosil serta pembuat emisi lain masih terus melambung.
Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta berjanji akan terus mendongkrak jumlah unit armada berbasis listrik secara konsisten demi mempercepat masa transisi ke angkutan ramah lingkungan untuk seluruh warga.