TANJUNGPINANG - Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua orang pendaki yang sebelumnya dikabarkan tersesat di wilayah Gunung Jantan, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Dua orang pendaki yang bernama M. Rizki dan Dika tersebut ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat mengalami hilang kontak selama beberapa jam.
Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, memaparkan bahwa kedua pemuda tersebut mengawali kegiatan pendakian pada hari Kamis (9/7/2026) waktu sore.
Akan tetapi, saat malam hari tiba sekitar pukul 21.00 WIB, mereka sempat memberikan kabar bahwa mereka sudah kehilangan arah di area jalur pendakian.
"Mereka akhirnya benar-benar hilang kontak akibat kehabisan daya baterai ponsel," kata Fazzli dalam keterangannya di Tanjungpinang, Jumat (10/7/2026) pagi dikutip dari Antara.
Fazzli menerangkan, usai mendapatkan laporan dari pihak yang terkait pada pukul 22.33 WIB, tim SAR segera bergerak dengan cepat menuju ke tempat kejadian.
Tim Rescue dari Pos SAR Tanjung Balai Karimun langsung diterjunkan guna melangsungkan proses pencarian terhadap dua pendaki tersebut.
Proses upaya pencarian ini dilakukan di tengah kondisi malam hari yang terbilang cukup menantang.
Tim SAR tidak sekadar bergantung pada proses penyisiran secara manual saja, melainkan ikut memanfaatkan teknologi pendukung demi mempercepat jalannya proses pencarian.
Di dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim SAR gabungan turut memaksimalkan penggunaan drone thermal guna mendeteksi keberadaan suhu tubuh manusia di tengah kondisi kegelapan.
Peralatan canggih ini sangat membantu tim untuk mengidentifikasi posisi korban pada area yang tergolong sulit dijangkau bila hanya mengandalkan visual.
Bukan hanya itu, tim pun melangsungkan penyisiran di jalur pendakian secara intensif dengan melibatkan bermacam unsur gabungan.
Proses pencarian dijalankan secara terkoordinasi demi memastikan kawasan yang dicurigai bisa segera diperiksa dengan baik.
Tindakan kerja cepat serta koordinasi yang terjalin dengan baik ini pada akhirnya berhasil membuahkan hasil yang positif.
Tepat pada hari Jumat (10/7/2026) waktu dini hari sekitar pukul 00.40 WIB, kedua orang pendaki itu berhasil ditemukan dalam keadaan yang selamat.
Berdasarkan keterangan Fazzli, titik lokasi penemuan mereka tidak berada terlalu jauh dari area jalur utama pendakian, yakni berkisar 50 meter dari posisi pos pertama.
"Keduanya sudah dievakuasi ke posko SAR untuk diserahterimakan dengan aman kepada pihak keluarga," ungkap dia.
Sesudah berhasil ditemukan, dua orang pendaki tersebut langsung dibawa menuju posko SAR demi mendapatkan proses pemeriksaan awal sebelum dipulangkan ke pihak keluarga.
Lantaran seluruh korban telah ditemukan dalam keadaan yang selamat, maka operasi SAR ini secara resmi dinyatakan ditutup pada pukul 01.10 WIB.
Langkah penutupan operasi ini dilakukan setelah pihak mereka memastikan bahwa tidak ada lagi korban lain yang mesti dicari.
Fazzli pun turut menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi kepada segenap pihak yang sudah terlibat aktif di dalam jalannya operasi tersebut.
Ia memberikan penilaian bahwa bentuk kerja sama lintas instansi serta dukungan dari masyarakat menjadi kunci utama bagi keberhasilan jalannya proses pencarian.