JAKARTA - Saat ini, banyak anak muda yang kesulitan memiliki tempat tinggal sendiri karena laju kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan harga properti. Pada tahun 2023, rata-rata penghasilan Gen Z masih berada di bawah Rp2,5 juta per bulan, sehingga menyulitkan mereka untuk membeli hunian dalam waktu dekat.
Faktor Penyebab Sulitnya Memiliki Hunian
1. Kenaikan Harga Properti yang Agresif
Berdasarkan data pasar properti, harga hunian mengalami kenaikan hingga 10% dalam tiga tahun terakhir. Kesenjangan yang lebar antara upah bulanan dan nilai properti membuat hunian semakin tidak terjangkau bagi generasi baru.
2. Persaingan Kerja yang Ketat
Dengan hampir satu juta pencari kerja terdaftar pada tahun 2022, persaingan di dunia kerja sangat tinggi. Ironisnya, standar UMR di berbagai daerah kerap tidak cukup untuk menutupi tingginya biaya hidup sekaligus menabung untuk properti. Hal ini membuat banyak anak muda terjebak dalam kondisi finansial yang pas-pasan.
3. Tren Gaya Hidup Konsumtif
Pengaruh media sosial memicu perilaku boros demi kepuasan sesaat, seperti berburu barang branded, fesyen, gadget, hingga hiburan berlebih. Kurangnya literasi keuangan memperburuk kondisi ini karena pengeluaran tidak dialokasikan untuk investasi masa depan.
4. Dampak Negatif Kemajuan Teknologi digital
Fitur paylater dan fintech mempermudah akses pinjaman uang secara instan. Tanpa pemahaman finansial yang baik, kemudahan ini justru memicu perilaku belanja impulsif demi gengsi, sehingga menciptakan lingkaran utang yang berbahaya.
5. Belum Mampu Membayar Cicilan
Berdasarkan survei, sekitar 10,49% dari generasi milenial juga mengaku belum sanggup membayar cicilan KPR rumah karena beban finansial yang berat.
6. Belum Menjadi Prioritas Utama
Sebagian kecil generasi muda merasa belum membutuhkan rumah saat ini, atau bahkan belum terpikir untuk mempersiapkan dana hunian di usia mereka sekarang.
Alasan Harga Rumah Terus Melambung
Inflasi: Kenaikan inflasi otomatis mendongkrak harga material bangunan, yang berujung pada lonjakan harga jual properti.
Meningkatnya Angka Harapan Hidup: Berdasarkan data BPS, peningkatan kesejahteraan dan harapan hidup masyarakat memicu lonjakan permintaan akan kebutuhan papan.
Perkembangan Infrastruktur: Pembangunan fasilitas publik baru di berbagai daerah membuat nilai tanah di sekitarnya melonjak tajam.
Tips Ampuh Agar Anak Muda Bisa Segera Punya Rumah
Tetapkan Target yang Realistis: Cari tahu estimasi harga hunian yang diinginkan dan hitung potensi kenaikan harganya di masa depan.
Disiplin Menabung di Awal: Sisihkan dana di awal bulan menggunakan rekening khusus, bukan menyisakan dari sisa belanja harian.
Selesaikan Utang Terlebih Dahulu: Lunasi semua cicilan konsumtif agar fokus finansial Anda tidak terbagi.
Kurangi Gaya Hidup Konsumtif: Catat setiap pengeluaran dan batasi pengeluaran yang tidak mendesak.
Cari Penghasilan Tambahan: Manfaatkan peluang sampingan demi mempercepat terkumpulnya dana darurat dan uang muka.
Kini, impian ini bukan lagi hal mustahil karena banyak anak muda yang mulai memanfaatkan program pembiayaan dari BTN Properti.
Kesimpulan
Membeli properti di usia muda memang penuh tantangan karena inflasi dan gaya hidup yang dinamis. Namun, dengan perencanaan keuangan yang matang, memangkas perilaku konsumtif, serta memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tepat, setiap anak muda pasti bisa mewujudkan mimpi memiliki rumah impian mereka sendiri.
FAQ
Mengapa Gen Z dinilai sulit membeli rumah?
Faktor utamanya adalah kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pendapatan rata-rata, tingginya kompetisi kerja, serta gaya hidup konsumtif yang dipicu media sosial.
Apa langkah awal yang harus dilakukan untuk bisa membeli rumah di usia muda?
Mulailah dengan menetapkan target harga rumah, melunasi utang berjalan, menyisihkan tabungan di awal bulan, dan menekan pengeluaran impulsif.