Pilah Sampah Jadi Kunci Energi Terbarukan Menurut Menko Pangan

Pilah Sampah Jadi Kunci Energi Terbarukan Menurut Menko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan secara tegas bahwa langkah memilah sampah sejak dari sumbernya menjadi syarat wajib supaya sistem manajemen sampah, termasuk berjalannya fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), bisa berfungsi dengan optimal.

Zulhas menilai bahwa kecanggihan teknologi dalam memproses sampah tidak bakal memberikan dampak yang besar bila tidak dibarengi dengan transformasi paradigma masyarakat untuk memisahkan sampah secara langsung dari rumah mereka.

“Pilah sampah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika sampah dipilah sejak dari rumah, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang maupun diolah menjadi energi,” tutur Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan ini diutarakan oleh Menko Pangan sewaktu mengomandoi deklarasi aksi pilah sampah dalam agenda apel siaga di Denpasar, Bali, Selasa (7/7).

Gerakan ini menjadi bentuk konkret dari sokongan terhadap program Gerakan Nasional Indonesia ASRI.

Zulhas menganggap aktivitas pemisahan sampah di level paling bawah sebagai fondasi terpenting guna memperkuat tata kelola dari sektor hulu, yang bernilai sangat vital demi menyokong pembangunan sarana infrastruktur PSEL di Bali.

Berdasarkan sudut pandang Zulhas, pihak eksekutif terus mendorong percepatan penanganan problem sampah di Bali, utamanya yang berkaitan dengan penataan TPA Suwung beserta kelanjutan proyek fasilitas PSEL.

Data dari Pemerintah Provinsi Bali memperlihatkan bahwa volume sampah di daerah itu mencapai angka 3.400 ton saban harinya, dengan Kota Denpasar sebagai pemasok sampah paling besar berkisar 1.000 ton per hari.

Pihak berwenang membidik target agar fasilitas PSEL Denpasar Raya yang punya daya tampung 1.200 ton sampah per hari bisa mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang demi memangkas tumpukan sampah sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi.

Zulhas menggarisbawahi bahwa kesuksesan pemanfaatan infrastruktur pengolahan limbah ini amat bertumpu pada peran serta masyarakat dalam membiasakan diri memisahkan jenis sampah sejak di lingkungan rumah.

“Inilah kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif,” ucapnya.

Zulhas pun melayangkan apresiasi bagi Pemerintah Provinsi Bali atas diterbitkannya Peraturan Gubernur yang mendorong warga untuk memilah sampah langsung dari akarnya.

Walau begitu, Zulhas mengingatkan krusialnya proses pendampingan serta kontrol yang berkelanjutan agar adat baru tersebut dapat dipraktikkan secara konsisten oleh warga.

Kegiatan apel siaga ini tampak dihadiri juga oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, barisan Forkopimda Bali, utusan dari Kementerian Lingkungan Hidup, hingga para pemimpin daerah di Bali.

Pada kesempatan tersebut, jajaran pemerintah turut menyalurkan penghargaan bagi 10 desa serta desa adat di Bali berkat pencapaian mereka dalam mengelola sampah secara mandiri berbasis sumber.

Pemberian insentif ini diproyeksikan mampu mendongkrak motivasi perluasan perilaku memilah sampah sebagai tiang utama untuk perputaran ekonomi sirkular dan kelestarian manajemen sampah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index