Kisah Inspiratif Fathan, Anak Penjual Kantin Lolos Kuliah Gratis UGM

Kisah Inspiratif Fathan, Anak Penjual Kantin Lolos Kuliah Gratis UGM
Fathan dan ibunya.(FOTO:NET)

JAKARTA - Muhammad Fathan Khairul Muna R kini bisa tersenyum bahagia lantaran impiannya untuk menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) telah terwujud nyata.

Akan tetapi, usaha keras untuk menggapai mimpi tersebut nyatanya tidak berlangsung dengan gampang.

Pemuda yang karib disapa Fathan ini menceritakan pengalamannya semasa duduk di bangku SMA.

Di samping fokus berjuang agar dapat diterima kuliah di UGM, ia saban hari juga turut meringankan beban sang ibu dengan membantu berdagang di kantin sekolah.

Bangun Pagi Bantu Ibu di Kantin

Rutinitas harian Fathan tergolong kontras jika dibandingkan dengan anak-anak sekolah pada umumnya.

Ketika siswa-siswi lain masih bersiap-siap untuk berangkat menuju sekolah, dirinya justru sudah bersiap di kantin guna membantu sang ibu merapikan barang dagangan.

Ibunya yang bernama Rida Rahayu kini berstatus sebagai orang tua tunggal.

Wafatnya ayah Fathan memaksa sang ibu untuk memikul tanggung jawab penuh sebagai penopang utama ekonomi keluarga.

Di mata Fathan, sang ibu merupakan sosok yang senantiasa memberikan sokongan atas segala keputusannya, walaupun adakalanya mereka bersilang pendapat.

"Sejak SMA, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk masuk kuliah. Saya suka belajar dan bertemu dengan orang-orang untuk memperluas pengetahuan. Ibu saya juga selalu mendukung dalam hal apa pun, meskipun tidak sesuai atau Ibu pengennya berbeda, tetap mendukung saya dan percaya apa pun pilihannya," ujarnya dikutip dari laman UGM, Kamis (2/7/2026).

Jaga Nilai Akademis Tetap Konsisten

Fathan enggan membuang-buang kesempatan berharganya sepanjang mengenyam pendidikan di sekolah.

Dirinya senantiasa berupaya ekstra demi mempertahankan kestabilan nilai akademiknya agar tetap cemerlang supaya bisa lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Usaha kerasnya diprioritaskan pada konsistensi nilai mata pelajaran Ekonomi, demi memuluskan jalannya masuk ke program studi dambaan, yakni S1 Akuntansi UGM.

Bukan itu saja, Fathan pun giat berpartisipasi dalam bermacam ajang perlombaan guna memperkaya portofolio pencapaian prestasinya.

Ia tercatat pernah menggondol predikat Juara II Cerdas Cermat yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi untuk level Sumatera.

Fathan juga sukses memperoleh Beasiswa 4698 yang bersumber dari ikatan alumni sekolahnya di SMAN 8 Pekanbaru, Riau.

Kegagalan Jadi Penyulut Semangat

Kendati berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dari kompetisi, Fathan mengungkapkan bahwa dirinya sebetulnya lebih akrab dengan kegagalan.

Meski begitu, ia memosisikan runtunan kegagalan tersebut sebagai guru dan pengalaman berharga.

Bagi dirinya, kekalahan bukanlah sebuah titik akhir dari lembaran cerita.

Sebaliknya, kegagalan dalam sebuah kompetisi dipandang sebagai bagian dari proses pendewasaan diri hingga akhirnya berhasil menembus perguruan tinggi negeri impian.

"Awalnya sedih harus menghadapi banyak kekalahan. Tetapi, ini membuat saya untuk terus tetap berani mencoba banyak lomba-lomba lainnya dari akademik hingga non akademik. Prinsip yang selalu saya pegang adalah bahwa setiap kegagalan bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan tanda bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan yang lebih baik," kata Fathan.

Fathan menaruh keyakinan tinggi bahwa di tengah segala jerat keterbatasan, impian tetap dapat diraih asalkan dibarengi dengan perjuangan yang gigih.

Beruntung bagi dirinya, Fathan juga sukses menyabet beasiswa penuh kuliah gratis di UGM sampai dengan masa kelulusannya kelak.

Ia menaruh harapan besar agar lembaran kisahnya ini sanggup memantik inspirasi bagi para calon mahasiswa baru yang menghadapi situasi kehidupan serupa.

Ia sangat percaya bahwa cita-cita tinggi harus terus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh agar dapat berubah menjadi kenyataan.

"Kalau mimpi kami jauh, kami akan terus mencari cara untuk menuju ke sana. Tidak ada yang mustahil untuk dicapai karena yang memimpikannya adalah kami sendiri," tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index