Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Kembali Buka Penuh

Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Kembali Buka Penuh
Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai dibuka penuh untuk melayani umat. (FOTO:NET)

DUBAI - Dua gereja Katolik dengan skala paling besar di wilayah Dubai, yakni St.

Mary's Catholic Church di Oud Metha serta St.

Francis of Assisi Catholic Church di Jebel Ali, telah sah beroperasi kembali secara maksimal pasca-penerapan aturan pembatasan kegiatan selama beberapa bulan sebagai upaya perlindungan keselamatan.

Aturan operasional 100 persen ini diresmikan mulai tanggal 1 Juli 2026, mengikuti instruksi paling baru dari Community Development Authority (CDA) yang bertindak sebagai badan urusan pengembangan masyarakat di Dubai.

Informasi tersebut direspons dengan penuh suka cita oleh ribuan jemaat Katolik yang dalam beberapa bulan ke belakang wajib patuh pada pembatasan saat melaksanakan ibadah serta rentetan acara gereja.

Melalui sebuah pengumuman kepada umat, pihak St.

Mary's Catholic Church menuturkan bahwa mereka sudah mendapati kabar resmi seputar penghapusan aturan pembatasan itu.

"Atas nama Pastor Paroki Fr. Leny Supe Escalada, OFMCap., kami dengan sukacita menginformasikan bahwa Community Development Authority telah memberitahukan pembukaan gereja secara 100 persen mulai hari ini, 1 Juli 2026," demikian keterangan gereja kepada para jemaat.

Perwakilan gereja turut menginformasikan bahwa edaran resmi secara menyeluruh bakal segera dibagikan kepada seluruh umat.

Pada waktu yang bersamaan, St.

Francis of Assisi Catholic Church turut menyiarkan pemberitahuan tentang berjalannya kembali semua rutinitas paroki.

"Menindaklanjuti arahan terbaru, gereja kini kembali dibuka untuk melanjutkan seluruh aktivitas," tulis pihak gereja melalui akun media sosial resminya.

Walaupun segenap rutinitas telah berlangsung kembali layaknya biasa, pihak gereja terus memberikan imbauan kepada para jemaat untuk memelihara sikap toleransi, peduli satu sama lain, dan taat pada regulasi yang masih diterapkan sewaktu melangsungkan ibadah.

Akses operasional penuh ini bertepatan dengan dihentikannya aturan pembatasan sementara waktu yang telah berjalan semenjak bulan April 2026 silam.

Pada masa itu, aneka macam kegiatan di lingkungan gereja, utamanya agenda di area terbuka serta kumpul bersama jemaat, sempat diberhentikan demi mencegah penumpukan massa dan memelihara keamanan bersama.

Di samping itu, perayaan misa pada akhir pekan yang berstatus wajib cuma diizinkan bagi kalangan umat dengan usia minimal 18 tahun ke atas.

Segenap jemaat juga diharuskan untuk mendaftarkan diri secara virtual via laman web resmi milik gereja sebelum hadir mengikuti ibadah misa.

Kalangan anak-anak maupun pendatang yang belum melakukan pendaftaran dilarang keras untuk mengakses kawasan gereja sepanjang periode pembatasan tersebut diterapkan.

Bagi para jemaat yang tidak kebagian slot kehadiran fisik, pengurus gereja telah menyiapkan fasilitas penyiaran langsung (livestreaming) supaya mereka tetap bisa melaksanakan perayaan misa dari tempat tinggal masing-masing.

Melalui pencabutan regulasi pembatasan ini, jemaat Katolik sekarang sudah diizinkan untuk kembali mengikuti aneka ragam rutinitas gereja, yang mencakup kegiatan misa setiap hari, perkumpulan komunitas, aksi pelayanan, sampai dengan bermacam program pembinaan keumatan.

Pihak dari kedua gereja memanjatkan harapan agar momen pengoperasian kembali ini mampu membangkitkan rutinitas kehidupan keparokian yang sebelumnya sempat terhambat dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan.

Pengurus gereja turut mengundang segenap jemaat supaya konsisten memelihara ikatan persaudaraan, saling menghargai, serta berkontribusi dalam mewujudkan iklim beribadah yang aman dan tentram untuk semuanya.

Beroperasinya kembali secara maksimal dua bangunan gereja terbesar ini menjadi sebuah kabar sukacita untuk kalangan komunitas Katolik di wilayah Uni Emirat Arab yang saat ini bisa kembali mempraktikkan kehidupan spiritual dan rutinitas pastoral layaknya kondisi sedia kala.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index