Ronald Koeman Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Belanda

Ronald Koeman Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Belanda
Pelatih Timnas Belanda (FOTO: NET)

JAKARTA - Ronald Koeman sudah secara resmi melepaskan posisinya sebagai juru taktik kepala Timnas Belanda.

Langkah pengunduran diri ini diputuskan setelah kegagalan armada Timnas Belanda melangkah lebih jauh dalam ajang Piala Dunia 2026.

Kondisi tersebut selanjutnya memicu rentetan aksi perundungan rasial yang menyerang sejumlah penggawa Timnas Belanda.

Laju skuad besutan Ronald Koeman terhenti secara tragis di fase 32 besar kala berhadapan dengan Maroko.

Dalam duel yang berlangsung di Monterrey, Belanda sempat menahan imbang musuh lewat skor 1-1 hingga babak tambahan usai, sebelum akhirnya menyerah lewat babak tos-tosan adu penalti.

Sebelum memetik hasil yang mengecewakan ini, catatan performa Belanda sejatinya terhitung cukup meyakinkan.

Mereka sukses melenggang ke babak 32 besar usai bertengger di pucuk klasemen akhir Grup F, termasuk mengemas kemenangan meyakinkan 5-1 atas Swedia.

Dalam pertarungan melawan Maroko, keunggulan yang nyaris dipastikan runtuh seketika ketika Issa Diop mengemas gol penyama kedudukan pada masa injury time, yang memaksa duel diteruskan ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti.

Di drama adu penalti, tiga algojo belia, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, bersama Crysencio Summerville, tidak berhasil menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang musuh.

Asosiasi Sepak Bola Belanda, KNVB, mengabarkan bahwa kegagalan penalti itu langsung memicu banjir serangan siber berupa tulisan diskriminatif, rasis, dan ujaran kebencian di jagat maya terhadap ketiga penggawa tersebut.

Otoritas KNVB mengecam keras peristiwa ini serta menegaskan ketetapan hati untuk mengambil langkah hukum demi memenjarakan para pelaku siber tersebut.

"Kami menganggap ini mengerikan," kata KNVB dikutip dari BBC Sport, Rabu (1/7/2026). "Setelah laporan diajukan, staf hukum akan menilai apakah pernyataan tersebut merupakan pelanggaran yang dapat dihukum."

"Hal ini dapat menyebabkan pengaduan resmi diajukan ke Kejaksaan, yang kemudian dapat memulai penyelidikan kriminal," lanjut pernyataan KNVB

Peristiwa ini mengembalikan ingatan pada memori kelam pada partai puncak Euro 2021, saat pilar Inggris semacam Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho turut mendapat rundungan rasial setelah luput mengeksekusi penalti kontra Italia.

Perkara tersebut saat itu berujung pada sanksi kurungan penjara serta hukuman percobaan bagi oknum pelakunya.

"Sepak bola menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang, sedangkan diskriminasi justru sebaliknya. Oleh karena itu, hal ini bertentangan dengan semua nilai yang dianut sepak bola," tegas KNVB.

Arsitek tim berumur 63 tahun tersebut bukan cuma menanggalkan jabatan periode keduanya bersama tim nasional, melainkan juga mengisyaratkan sinyal kuat bakal gantung sepatu dari panggung kepelatihan.

Langkah tersebut teramat dipengaruhi oleh keadaan intern keluarga, terutama sang istri, Bartina Koeman, yang baru-baru ini divonis mengidap penyakit kanker payudara.

Lewat pernyataan di akun Instagram pribadinya, eks pelatih Barcelona itu mencurahkan isi hatinya.

"Melihat kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga," ungkap Ronald Koeman.

"Saya telah bekerja dengan klub dan orang-orang yang membentuk saya dan memberi saya kenangan yang akan saya hargai seumur hidup."

"Kami semua memimpikan Piala Dunia di mana kami akan menulis sejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa tentang hal itu selain saya."

“Tahun-tahun terakhir ini membuatku menyadari kembali bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola telah menjadi hidupku, tetapi kesehatan tak ternilai harganya. Ketika seseorang yang kau cintai sedang berjuang melawan penyakit yang berat, perspektifmu akan berubah.”

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index