Kisah Mila, Lulusan Peternakan UGM Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Kisah Mila, Lulusan Peternakan UGM Beromzet Puluhan Juta per Bulan
UGM/Mila Arlinda, lulusan Fapet UGM, sukses mendirikan usaha ternak beromzet puluhan juta per bulan.(FOTO:NET)

JAKARTA - Pertanyaan mengenai masa depan lulusan jurusan peternakan berhasil dijawab oleh Mila Arlinda melalui kerja kerasnya dalam mendirikan bisnis di dunia peternakan.

Langkah tersebut memang tidak mudah, namun ia mampu membuktikan bahwa seorang perempuan juga bisa berdaya di bidang peternakan.

Perempuan yang akrab disapa Mila ini mungkin tidak terlalu menonjol semasa bangku perkuliahan.

Meski demikian, setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) pada tahun 2021, namanya mulai dikenal luas lewat usaha yang ia beri nama 'Kerabat Ternak'.

Pencapaian usahanya yang berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata karena kini mampu meraup omzet hingga Rp50 juta setiap bulannya.

Jumlah pendapatan tersebut bahkan bisa melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp500-750 juta saat momen Iduladha tiba.

"Dulu keluarga sempat ragu ketika saya memilih kuliah peternakan," ucap Mila, melalui keterangan yang diterima pada Senin (29/6/2026).

Bidang peternakan sendiri sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang asing bagi kehidupan Mila.

Sebab sejak duduk di bangku SMA, ia sudah terbiasa merawat hewan ternak miliknya sendiri yang berupa lima ekor domba.

Rasa tertarik yang besar terhadap dunia tersebut kemudian mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Fapet UGM.

Ia memiliki keinginan kuat untuk mendalami bidang peternakan dengan bekal keilmuan yang lebih matang.

"Di Fapet UGM kami diajarkan bukan hanya teori, tetapi juga praktik dan pengalaman lapangan. Itu yang sangat membantu ketika benar-benar terjun ke dunia usaha," ujar perempuan kelahiran 1 Januari 1999 tersebut.

Semangatnya dalam menuntut ilmu didapatkan dari sosok kedua orang tuanya yang dikenal sebagai pekerja keras.

Sang ayah merupakan seorang pengusaha kayu sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Didikan dari kedua orang tuanya sukses membentuk karakter Mila menjadi seorang pribadi yang pekerja keras, gemar belajar, serta mandiri.

Menurut pandangannya, mendalami bisnis ternak berarti harus siap memperbanyak pengalaman langsung di area lapangan.

Hal itu mencakup segala proses mulai dari manajemen pakan ternak, mengatasi risiko kematian ternak, hingga menghadapi berbagai penyakit hewan.

Berbekal ilmu yang diperolehnya, Mila kemudian mengembangkan sistem peternakan modern yang menitikberatkan pada aspek kualitas serta genetika yang unggul.

Lewat penerapan metode tersebut, ia berhasil memproduksi kambing kualitas prima yang bernilai jual sekitar Rp16-23 juta per ekor, sementara kambing lokal umumnya berkisar di angka Rp3-5 juta per ekor.

Titik tertinggi pendapatannya dirasakan saat perayaan Iduladha, di mana omzet Kerabat Ternak mampu menembus Rp500 juta sampai Rp700 juta dalam jangka waktu dua bulan.

Sedangkan untuk perputaran di hari-hari biasa, ia tetap konsisten menghasilkan omzet sebesar Rp50 juta per bulan.

Pendapatan fantastis tersebut diperoleh dari hasil pengembangan bisnis sektor sapronak seperti produk susu cempe, suplemen vitamin, hingga pemenuhan alat-alat peternakan yang didistribusikan ke beragam wilayah.

Tidak berhenti di situ, ia juga melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka layanan penyedia aqiqah.

Saat ini, jangkauan pasar dari usaha ternaknya telah meluas hingga ke daerah Lamongan, Bojonegoro, serta beberapa kawasan lainnya di wilayah Jawa Timur.

Bisnis yang dirintis Mila ini pun mulai memberikan kontribusi sosial yang positif bagi warga sekitar lewat penyediaan lapangan pekerjaan baru serta keaktifannya dalam membentuk kelompok ternak bersama warga setempat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index