MSCI Buka Opsi Turunkan Status Pasar Modal RI Jadi Frontier Market

MSCI Buka Opsi Turunkan Status Pasar Modal RI Jadi Frontier Market
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (FOTO: NET)

JAKARTA - Lembaga penyedia indeks saham global, MSCI, membuka peluang untuk menurunkan tingkat status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Markets pada tinjauan bulan November yang akan datang.

Penurunan peringkat ini berhubungan dengan adanya kekhawatiran dari para investor institusional global mengenai keterbukaan struktur kepemilikan saham serta indikasi adanya praktik perdagangan yang terkoordinasi.

Mengacu pada pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review hari ini, Rabu (24/6/2026), posisi pasar modal Indonesia untuk saat ini masih berada pada level Emerging Market.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan status Frontier Market itu sendiri?

Disadur dari Investopedia, Frontier Markets merupakan pasar modal yang baru bertumbuh di negara-negara berkembang yang menyajikan peluang investasi atas dasar pertumbuhan serta potensi perkembangan.

Pasar kelas frontier mempunyai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara yang kurang berkembang, namun posisinya belum menyamai level pasar berkembang (emerging markets).

Frontier Markets biasanya cenderung sulit untuk diakses dan mempunyai risiko investasi yang lebih tinggi ketimbang pasar di negara-negara maju.

Walau demikian, negara dengan kategori pasar modal Frontier Markets tetap bernilai untuk dijadikan tujuan investasi bagi para penanam modal yang mencari keuntungan jangka panjang lantaran dinilai berpotensi untuk bergeser menjadi lebih stabil dan mapan.

Sejumlah risiko investasi pada kategori Frontier Market meliputi faktor ketidakstabilan politik, likuiditas yang rendah, regulasi yang belum memadai, pelaporan keuangan di bawah standar, serta fluktuasi nilai tukar mata uang.

Di samping itu, Frontier Market biasanya memiliki ketergantungan yang tinggi pada pasar komoditas yang sifatnya volatil.

Selanjutnya berdasarkan pada kerangka klasifikasi pasar kepunyaan MSCI, ukuran serta likuiditas pasar untuk menyandang status Frontier Markets minimal mesti mempunyai satu perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 232 juta atau berkisar Rp 4,15 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp 17.892).

Kemudian nilai kapitalisasi free float yang dimiliki sebesar US$ 116 juta atau berkisar Rp 2,07 triliun dengan tingkat likuiditas perdagangan sebesar 2,5% Annualized Traded Value Ratio (ATVR).

Lalu untuk aspek aksesibilitas pasar bagi pemegang status Frontier Market umumnya hanya sebatas tersedia dengan kondisi arus modal masuk dan keluar yang sifatnya terbuka sebagian.

Berikutnya, efisiensi dalam kerangka operasional meliputi proses pembukaan rekening yang ringkas serta ketersediaan instrumen investasi seperti short selling dan adanya kepastian dalam regulasi.

Berdasarkan laporan resmi MSCI, Indonesia untuk saat ini masih menempati jajaran Emerging Markets bersama dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik (APAC) lainnya seperti China, India, Korea, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand.

Melalui pengumuman tersebut, MSCI turut memberikan pengakuan atas reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh Self-Regulatory Organization (SRO).

Reformasi pasar modal yang mendapatkan pengakuan tersebut meliputi peningkatan keterbukaan informasi menyangkut pemegang saham dengan porsi kepemilikan di atas 1%, penggolongan investor yang lebih mendalam, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta kenaikan porsi free float menjadi 15%.

Walaupun demikian, MSCI memberikan peringatan bahwa masih terdapat kekhawatiran dari investor institusi global mengenai kelayakan investasi di dalam pasar modal Indonesia.

Kekhawatiran tersebut mencakup persoalan struktur kepemilikan saham serta adanya indikasi praktik perdagangan yang terkoordinasi.

"Kedua masalah tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya dan mengandalkan harga pasar yang teramati dalam penyusunan portofolio serta replikasi indeks," tulis MSCI dalam pengumumannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index