DEPOK - Sebanyak 37 anggota dari Komunitas Tari FISIP Universitas Indonesia (KTF UI) Radha Sarisha yang meliputi para penari dan pemain musik bakal mengambil bagian dalam agenda Misi Budaya Eropa 2026 pada rentang Juli hingga Agustus 2026 melalui rangkaian acara Festival du Sud di negara Prancis dan Spanyol.
Project Officer Misi Budaya Eropa KTF UI 2026 Andine Clorinda di Kampus UI Depok, Jumat, mengutarakan bahwa seni pertunjukan merupakan sebuah perantara yang sangat efektif guna mengenalkan jati diri suatu bangsa.
Tiap gerakan tarian, alunan musik, hingga pakaian yang dikenakan, menurut dirinya, mengusung kisah tentang kemajemukan kultur Indonesia yang tetap lestari serta terus tumbuh di kalangan generasi muda saat ini.
"Misi Budaya Eropa 2026 merupakan wujud komitmen kami untuk terus membawa cerita Indonesia ke panggung dunia. Kami percaya bahwa seni dan budaya adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan masyarakat, sekaligus memperkenalkan identitas bangsa dengan cara yang bermakna,” ujar Andine.
Keikutsertaan dalam ajang festival internasional tersebut merupakan kelanjutan dari langkah nyata KTF UI dalam memperkenalkan seni tradisi tanah air kepada khalayak global.
Lewat pementasan tari serta alunan musik tradisional, para mahasiswa ini bukan sekadar memamerkan kekayaan khazanah budaya Nusantara, melainkan turut menciptakan ruang komunikasi lintas kultur bersama dengan para kontestan dari bermacam negara lainnya.
Menjelang momen keberangkatan mereka, KTF UI dijadwalkan menyelenggarakan acara Gelar Pamit Misi Budaya Eropa 2026 pada hari Jumat 19 Juni 2026 pukul 19.00 WIB bertempat di Balai Purnomo Universitas Indonesia.
Agenda ini menjadi sarana pementasan terakhir dari kontingen sebelum bertolak menuju benua Eropa, sekaligus menjadi media bagi masyarakat umum untuk melihat langsung karya yang akan dipentaskan di festival berskala internasional tersebut.
Sajian pertunjukan ini dikemas menggunakan konsep teater yang menyatukan unsur tari serta musik tradisional Indonesia ke dalam satu jalinan kisah artistik yang utuh.
Melalui pagelaran itu, katanya, para penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana warisan kebudayaan Nusantara diinterpretasikan oleh kaum muda dalam wujud pertunjukan yang bernilai relevan serta komunikatif.
Acara Gelar Pamit ini disediakan terbuka bagi masyarakat luas dan diharapkan dapat menjadi wadah kontribusi publik dalam menyokong upaya diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
Adapun tiket untuk menyaksikan pertunjukan tersebut dapat diakses dan diperoleh melalui tautan bit.ly/BeliTiketMainEventGelpam2026.