JAKARTA – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengimbau segenap elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat bermacam fasilitas publik serta ikon kota yang sudah didirikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjelang perayaan usia lima abad atau 500 tahun Kota Jakarta.
"Di tengah segala situasi yang ada, kami tetap harus optimistis. Apa yang sudah dianggarkan, dibuat, dan dibangun, harus kami jaga bersama. Ada beberapa ikon dan simbol ibu kota yang patut kami syukuri karena Jakarta masih terus tumbuh meski menghadapi berbagai kesulitan," ujar Yuke di Jakarta, Jumat.
Ia pun menambahkan bahwa beraneka hasil pembangunan yang telah terealisasi sejauh ini wajib dipelihara dengan baik supaya asas manfaatnya bisa dinikmati oleh khalayak luas dalam periode yang lama.
Yuke menekankan pentingnya menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif terhadap seluruh sarana publik di sanubari masyarakat.
Apalagi, bermacam infrastruktur yang telah tersedia tersebut didanai oleh uang rakyat, sehingga menjadi kewajiban bersama untuk senantiasa menjaganya.
Ia memberikan contoh pada beberapa fasilitas umum, seperti ruang terbuka hijau atau taman, jalur pedestrian, sarana jalan, hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) yang memerlukan alokasi anggaran besar dalam proses pengerjaannya.
Oleh sebab itu, menurutnya, keberlanjutan serta pemeliharaan sarana tersebut tidak dapat sepenuhnya digantungkan kepada pihak eksekutif saja.
Di samping itu, Yuke mengapresiasi upaya optimal Pemprov DKI yang konsisten menjajaki aneka opsi pendanaan alternatif agar proyek pembangunan yang krusial bagi warga tetap bisa dieksekusi di tengah segala keterbatasan anggaran.
Ia juga menaruh harapan agar situasi perekonomian dapat selekasnya pulih kembali sehingga bermacam agenda kerja yang telah disusun bisa diimplementasikan secara maksimal tanpa hambatan.
"Kalau kondisi seperti sekarang, pasti ada program yang ter-pending atau belum diprioritaskan. Dampaknya, tentu masyarakat harus menunggu lebih lama. Padahal, kami ingin berbagai persoalan di lingkungan bisa segera diselesaikan," ungkap Yuke.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orientasi pembangunan Jakarta ke depan tidak boleh sekadar menitikberatkan pada sektor fisik infrastruktur, melainkan harus mampu mereduksi ketimpangan ekonomi di lapisan masyarakat.
Pada dimensi lain, Yuke memaparkan komitmen lembaganya untuk konsisten menerapkan fungsi kontrol secara ketat pada eksekusi program kerja pemerintah sekaligus menyokong payung hukum yang dibutuhkan demi mempercepat kemajuan Jakarta.
"Dari sisi kami di DPRD, sebesar mungkin akan mengawasi dengan ketat. Regulasi-regulasi yang memang perlu didukung untuk membenahi Jakarta, akan kami support. Tapi yang terpenting, kami juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi sehingga kami bisa membangun Jakarta yang lebih baik lagi saat memasuki lima abad nanti," tutur Yuke.