JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) menjelaskan rangkaian pertumbuhan positif bisnis digital Kuartal I 2026 dalam acara Public Expose Live 2026, hari ini.
Perseroan turut memaparkan strategi ekspansi bisnis serta pengembangan inovasi demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pada Kuartal I/2026, Bank Raya berhasil meraih laba bersih senilai Rp6,79 miliar yang disokong oleh kinerja bisnis digital.
Kondisi tersebut terlihat dari perbaikan rasio NIM Bank Raya yang meningkat dari 4,87% pada Kuartal I/2025 menjadi 5,78% atau naik sebesar 91 bps yoy.
"Pertumbuhan ini merefleksikan kekuatan bisnis Bank Raya dan kemampuan kami untuk menavigasi berbagai tantangan yang ada. Optimisme ini tentunya didukung oleh penguatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sinergi dengan ekosistem BRI Group dan kolaborasi dengan partner-partner potensial yang tentunya penguatan kinerja sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham," ujar Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia di Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).
Bagus menegaskan bahwa Bank Raya memegang visi untuk menjadi bank digital utama yang menyajikan solusi keuangan digital dengan akses paling luas bagi masyarakat Indonesia.
Demi mendukung perwujudan visi tersebut, Bank Raya mengimplementasikan strategi eksploitasi dan eksplorasi dalam memacu pertumbuhan bisnis digital.
"Pada sisi eksploitasi, Bank Raya mengoptimalkan sinergi di dalam ekosistem BRI Group, khususnya pada segmen retail, mikro, dan UMKM. Sementara pada sisi eksplorasi, Perseroan terus membuka peluang bisnis baru melalui pengembangan digital lending baik produktif maupun konsumtif, serta perluasan bisnis funding, transaction banking, dan value chain business," paparnya.
Berkaca pada capaian keuangan di Kuartal I 2026, Perseroan merasa optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis digital dalam jangka panjang.
Bagus menjabarkan bahwa terdapat tiga proposisi utama dari Bank Raya selaku digital BRI Group dalam mendukung pengembangan bisnis ke depan.
"Pertama, Bank Raya menjadi bank digital dengan jaringan Online to Offline (O2O) yang kuat di seluruh Indonesia dengan lebih dari 1,9 juta titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kedua, Bank Raya terus menjalankan inovasi secara berkelanjutan dalam menyediakan layanan digital yang komprehensif bagi berbagai segmen nasabah, baik pada sisi funding maupun lending," katanya.
Ketiga, Bank Raya bersama BRI Group menyajikan kolaborasi strategis demi menyokong penguatan kinerja bisnis Perseroan.
Hal ini dijalankan khususnya dalam memperlebar akses solusi keuangan digital untuk segmen UMKM lewat produk digital serta layanan perbankan yang terintegrasi.
Selaras dengan langkah ini, Bank Raya terus mendorong pertumbuhan bisnis digital secara prudent.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra menyebutkan bahwa pada Kuartal I 2026, Bank Raya mencatatkan penyaluran kredit digital hingga Rp8,14 triliun atau naik 29,0% (yoy).
"Dengan pertumbuhan tersebut, porsi kredit digital juga terus meningkat menjadi 45,6% dari total portofolio kredit dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 32,1%," ungkap Andrie.
Seiring dengan kenaikan tersebut, outstanding kredit digital Bank Raya pun terus mendaki hingga menyentuh Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy).
Produk andalan Bank Raya, yakni Pinang Dana Talangan, terus menunjukkan performa yang positif.
Sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2026, Bank Raya telah menggelontorkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, meningkat 33,4% (yoy) atau membukukan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy).
Fasilitas kredit ini sendiri telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.
Dari sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya terus melonjak hingga mencapai Rp8,44 triliun yang dipicu oleh pertumbuhan produk Giro dan Tabungan yang menyentuh Rp3 triliun atau naik 30,2% yoy.
Kenaikan ini didorong oleh Digital Saving yang melesat sebesar 63,9% (yoy) atau menyentuh angka Rp2,30 triliun.
"Selanjutnya dari sisi likuiditas dan permodalan, kondisi Perseroan tetap terjaga dengan baik dimana LDR (Loan to Deposit Ratio) tercatat pada level 81,64%, semenetara rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang masih terjaga kuat di 41,80%. Posisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap menjaga disiplin manajemen risiko dengan prinsip kehati-hatian," ucap Andrie.
Sampai akhir Maret 2026, Bank Raya telah meluncurkan inovasi berupa lebih dari 100 fitur di Aplikasi Raya yang digunakan oleh lebih dari 1 juta nasabah.
Sederet inovasi tersebut menjadi andalan para nasabah, seperti Saku Bisnis, Uang Saku, Saku Bareng, hingga Kartu Digital Debit Visa.
Dalam waktu dekat, Bank Raya pun bakal menyajikan fitur teranyar yang memudahkan nasabah dalam mengelola keuangan sekaligus menyalurkan hobi mereka.
"Bank Raya berupaya menghadirkan layanan digital yang relevan, terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan finansial nasabah dalam berbagai aspek kehidupan baik personal, sosial maupun bisnis," ungkap Andrie.
"Dengan dukungan inovasi ini, kinerja digital saving hingga Kuartal I 2026 tumbuh cukup solid, mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh 63,9%. Dan juga total transaksi tumbuh 36,7% year-on-year menjadi Rp 1,45 juta transaksi eksklusif," imbuhnya.
Demi memperkokoh fundamental bisnis digital, Perseroan juga memantapkan tata kelola TI serta keamanan informasi lewat penerapan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan keandalan TI perbankan digital Bank Raya sekaligus menjaga kepercayaan dari nasabah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Dalam kegiatan operasional digital, kami juga memperkuat efisiensi dan kecepatan pelayanan melalui implementasi Cloud Contact Center. Dari sisi pengembangan organisasi, transformasi budaya juga kami lakukan. Sementara pada aspek manajemen resiko kami memperkuat kapabilitas melalui implementasi Automated Machine Learning Credit Scoring," jelas Andrie.
Berkat seluruh capaian tersebut, di sepanjang tahun 2025 Bank Raya telah mengantongi 23 penghargaan dari bermacam lembaga bergengsi dan tepercaya di skala nasional.
"Atas upaya yang telah kami lakukan sepanjang 2025 hingga Kuartal I 2026, beberapa penghargaan telah kami terima mulai dari kategori inovasi sampai dengan ISP World. Kedepan kami akan terus memberikan kembang yang positif bagi seluruh stakeholder kami," pungkas Andrie.
Sebagai informasi tambahan, Public Expose merupakan kegiatan pemaparan umum yang dilaksanakan oleh perusahaan terbuka kepada khalayak untuk menerangkan kinerja keuangan serta rencana bisnis mereka.
Agenda ini diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang disokong penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Public Expose yang dijalankan secara rutin oleh Bank Raya ini merupakan bagian dari langkah nyata perusahaan dalam mendongkrak transparansi serta menyajikan informasi terkait kinerja perusahaan kepada masyarakat dan investor.