Intip Deretan Komoditas Perkebunan Unggulan di Kalimantan Timur

Intip Deretan Komoditas Perkebunan Unggulan di Kalimantan Timur
Ilustrasi Perkebunan Unggulan Kalimantan Timur, dari Sawit hingga Kakao.(Sumber:NET)

BONTANG - Kalimantan Timur tidak hanya populer sebagai wilayah penghasil minyak, gas bumi, dan batu bara, melainkan menyimpan potensi besar di sektor perkebunan.

Berkat iklim tropis dengan curah hujan sekitar 2.000–3.500 milimeter per tahun, suhu rata-rata 24–32 derajat Celsius, serta hamparan lahan yang luas, wilayah ini menjadi area ideal untuk pengembangan beragam tanaman perkebunan.

Tidak heran jika sektor perkebunan menjadi salah satu penopang perekonomian daerah sekaligus sumber mata pencaharian untuk ratusan ribu warga.

Bagi siapa pun yang hendak mengenal potensi sumber daya alam Kalimantan Timur, komoditas perkebunan merupakan sektor yang tak terpisahkan dari perkembangan ekonomi provinsi ini.Komoditas paling besar di Kalimantan Timur yaitu kelapa sawit (Elaeis guineensis).

Tanaman asal Afrika Barat ini dapat tumbuh optimal di kawasan dataran rendah berkerendahan kurang dari 500 meter di atas permukaan laut, curah hujan tinggi, serta paparan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, luas area perkebunan kelapa sawit telah mencapai kisaran 1,47 juta hektare dengan hasil produksi melebihi 19 juta ton tandan buah segar per tahun, menjadikannya komoditas perkebunan terbesar di wilayah ini.

Dengan kerapatan tanam rata-rata 130 sampai 140 pohon per hektare, diperkirakan terdapat lebih dari 190 juta pohon kelapa sawit tumbuh di seluruh penjuru Kalimantan Timur.

Perkebunan kelapa sawit tersebar di Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Paser, Penajam Paser Utara, hingga Mahakam Ulu.

Selain memproduksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), komoditas ini menjadi bahan baku minyak goreng, margarin, kosmetik, sabun, biodiesel, hingga kebutuhan industri farmasi.

Komoditas unggulan selanjutnya yakni karet (Hevea brasiliensis).

Tanaman yang berasal dari wilayah Amazon, Brasil, ini tumbuh subur pada area bersuhu 25–30 derajat Celsius serta tanah berdrainase baik.

Luas wilayah perkebunan karet di Kalimantan Timur mencapai sekitar 125 ribu hektare dan sebagian besarnya dikelola oleh perkebunan rakyat.

Dengan jarak tanam kisaran 500 pohon per hektare, jumlah populasi tanaman karet diperkirakan mencapai lebih dari 60 juta pohon.

Getah lateks yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai bahan baku ban kendaraan, sarung tangan medis, sepatu, sampai bermacam produk industri berbahan karet.

Kelapa dalam (Cocos nucifera) turut menjadi salah satu komoditas penting, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Berau, Paser, Kutai Timur, serta Penajam Paser Utara.

Luas perkebunannya menyentuh angka sekitar 19 ribu hektare.Pohon kelapa mempunyai kemampuan beradaptasi yang amat baik pada area pantai maupun dataran rendah berkadar garam relatif tinggi.

Hampir seluruh bagian dari tanaman ini memiliki nilai ekonomis.Daging buahnya diolah menjadi kopra dan minyak kelapa, air kelapa difungsikan sebagai minuman, sedangkan bagian sabut dan tempurung dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan hingga arang aktif.

Komoditas rempah yang juga berkembang di Kalimantan Timur yakni lada (Piper nigrum).Tanaman merambat ini membutuhkan kondisi tanah yang gembur, kaya kandungan bahan organik, serta kelembapan tinggi.

Luas lahan perkebunan lada di provinsi ini mencapai sekitar 7.700 hektare, dengan pusat produksi berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Paser.

Lada khas Kalimantan Timur dikenal mempunyai aroma yang tajam dan menjadi salah satu komoditas yang didistribusikan hingga ke luar daerah.

Selain lada, kakao (Theobroma cacao) menjadi tanaman perkebunan dengan prospek yang menjanjikan.

Tanaman dari Amerika Selatan ini tumbuh optimal pada area bersuhu antara 21–32 derajat Celsius, kelembapan tinggi, serta naungan dari pohon pelindung.Luas perkebunan kakao di Kalimantan Timur diperkirakan menyentuh 7.600 hektare.

Biji kakao menjadi bahan baku utama untuk industri cokelat, minuman, sampai produk olahan pangan bernilai tinggi.

Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas kakao lewat pemanfaatan bibit unggul dan peremajaan tanaman.

Di samping lima komoditas utama tersebut, Kalimantan Timur turut mulai membudidayakan kopi robusta (Coffea canephora), kopi liberika (Coffea liberica), aren (Arenga pinnata), pinang (Areca catechu), serta kemiri (Aleurites moluccanus) sebagai komoditas alternatif.

Walaupun luas lahannya belum seluas sawit atau karet, tanaman-tanaman tersebut mempunyai nilai ekonomi yang terus meningkat seiring bertumbuhnya industri pangan dan minuman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index