Kunjungi SRMP Bali, Presiden Prabowo Semangati Korban Bullying

Kunjungi SRMP Bali, Presiden Prabowo Semangati Korban Bullying
Kunjungan Presiden Prabowo dan Mensos Gus Ipul ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali.(Sumber:NET)

TABANAN - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan nasihat untuk salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali yang pernah menjadi korban ejekan atau bullying saat sekolah dasar.

Prabowo berpesan kepada siswa tersebut agar tetap memiliki hati yang teguh dan membalas ejekan dengan sopan santun.

Adapun siswa tersebut bernama Gede Bagus Abimanyu, seorang anak penatu yang sudah ditinggal oleh ayahnya sejak kecil.

Di hadapan Prabowo, ia menceritakan pengalamannya yang pernah menjadi korban bullying semasa sekolah dasar.

"Saya sering mendapatkan ejekan dari teman-teman karena saya dulu anak yang pendiam dan tidak terlalu suka berkumpul dengan teman-teman," kata Gede Bagus, di hadapan Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu.

Akibat tindakan perundungan tersebut, Bagus mengaku sempat hampir putus asa hingga tidak masuk sekolah selama beberapa hari.

Namun, menurut pengakuan Bagus, kondisinya mulai berubah ketika ia bersekolah di SRMP.

Selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, ia banyak belajar mengenai kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kemandirian bersama teman-teman satu sekolahnya.

"Dan sekarang saya mendapatkan jalan dari Tuhan yaitu menjadi salah satu anggota dari organisasi sekolah yaitu Duta Anti-Bullying. Saya harap dengan gelar ini, saya dapat untuk mencegah bullying di sekolah ini dan dapat menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya," ujar Gede Bagus.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo meminta Gede Bagus agar tetap kuat dan teguh.

Sang Presiden pun membagikan pengalamannya sendiri yang juga sering diejek, sejak masa lalu hingga kini telah menjabat sebagai Presiden RI.

"Gede Bagus. Kamu dulu diejek. Enggak apa-apa ya. Enggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek. Sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa. Yang penting hatimu teguh, ya," tegas Prabowo.

Ia mengingatkan agar Gede Bagus tidak membalas perlakuan buruk tersebut dengan kejahatan.

Prabowo mengajak Gede Bagus untuk terus mengedepankan sopan santun.

"Hati kami baik. Kalau kami diejek kami balas dengan sopan santun. Semakin dihina semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Ya? Jangan kecil hati," pesan Prabowo.

Kepala Negara pun meyakini bahwa siswa SRMP 17 Tabanan tersebut bakal menjadi orang yang sukses di masa depan.

Sebab, menurut pandangan Prabowo, orang yang berhasil merupakan orang yang tidak pernah pantang menyerah.

Selain itu, Prabowo menyampaikan bahwa banyak juga orang sukses yang sebenarnya lahir dari keluarga miskin.

"Kau nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah, anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira di tengah kesulitan, cari yang baik, pasti akan ada kebaikan yang datang. Kami percaya itu," ujar Prabowo.

Pada momen tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sekolah rakyat sengaja dibangun demi membantu masyarakat yang paling susah dan paling kurang berdaya.

Prabowo juga mengingatkan seluruh siswa sekolah rakyat untuk selalu belajar disiplin serta patuh kepada guru.

"Semuanya bekerja keras, siswa dan siswi belajar yang baik, belajar yang keras, belajar yang disiplin, patuh sama guru, ya," pesan Prabowo, kepada para siswa, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Ia juga meminta kepada para siswa agar selalu mencintai orang tua mereka.

Sebab, orang tua dipastikan telah bekerja sangat keras demi masa depan anak-anaknya.

Oleh karena itu, Prabowo menggarisbawahi bahwa usaha demi membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan layak merupakan sebuah perjuangan yang sangat besar.

Prabowo menyatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu hal utama yang ia prioritaskan.

"Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang. Pendidikan dan latihan untuk petani, latihan untuk guru, untuk perawat, semua bidang harus kami tingkatkan pendidikan dan latihan," tutur dia.

Mantan Menteri Pertahanan ini juga menegaskan bahwa seluruh program ini membutuhkan anggaran yang besar.

Oleh karena itu, para pemimpin negara dituntut bekerja keras guna menghentikan berbagai kebocoran yang terjadi, agar anggarannya bisa dialihkan ke berbagai sektor yang lebih membutuhkan.

Salah satu langkah pencegahannya yaitu dengan menjaga kekayaan negara agar tidak diselundupkan ke luar negeri.

"Negara kami sebetulnya sangat-sainesia kaya, sumber alamnya sangat banyak, tinggal kami yang pandai mengelola, pandai menjaga. Jadi, saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat. Tentunya usaha masih sangat besar ya, karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak," ujar Prabowo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index