JAKARTA - Mobil Toyota Fortuner hitam menjadi sasaran kemarahan warga di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026) sore.
Rekaman video yang memperlihatkan momen pengepungan serta perusakan mobil tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Penyebab dari peristiwa ini diketahui bermula dari rangkaian kejadian di daerah Tebet, Jakarta Selatan hingga akhirnya diamuk warga di Tanah Abang.
Insiden ini diawali oleh perselisihan antara pengemudi mobil berinisial ES (44) dengan seorang pengendara motor.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menerangkan bahwa ketegangan tersebut dipicu oleh ketidaksabaran saat berkendara di jalan raya.
"Berawal pengendara Fortuner membunyikan klakson berulang kali karena merasa dihalangi jalannya. Selanjutnya pengendara Fortuner memepet dan memaki pengendara sepeda motor," ungkap Dhimas dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Kondisi semakin memanas sewaktu dua pengendara motor lainnya datang ke lokasi dan turut menghalangi laju mobil Fortuner milik ES.
Bukannya menyudahi perselisihan, ES malah kembali melontarkan makian yang memicu adu mulut.
Berdasarkan pengakuan ES kepada petugas, salah satu pengendara motor disebut sengaja menabrakkan diri ke mobilnya sebagai bentuk provokasi.
Setelah kejadian itu, pengendara motor yang terlibat cekcok mulai mengejar mobil Fortuner ES sambil berteriak menuduh bahwa ES melakukan tabrak lari.
Akibatnya, warga di sekitar lokasi tersulut emosinya dan ikut mengejar ES.
"Selanjutnya pengendara sepeda motor terus mengejar sambil teriak tabrak lari sehingga makin banyak massa yang mengejar dan melakukan pengerusakan. Selanjutnya dalam perjalanan, mobil tersebut bisa dihentikan dan kembali terjadi keributan yang mengakibatkan luka dan perusakan mobil," tutur Dhimas.
Mobil Fortuner yang dikendarai ES terus melaju sampai akhirnya pelariannya terhenti di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dalam video amatir yang diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar, tampak jelas mobil ES menjadi sasaran kemarahan warga.
Seorang pria berkaus hitam bahkan nekat naik ke atas kap mobil yang masih berjalan pelan, lalu memukul kaca depan memakai batu bata secara membabi buta.
Pada cuplikan video lain, warga terlihat mengerumuni mobil, melempar batu bata hingga kaca retak parah, serta beradu argumen dengan pengemudi di balik kaca yang telah hancur.
Melihat adanya keributan besar tersebut, pihak kepolisian segera turun tangan dan mendapati mobil ES sudah dalam keadaan rusak parah.
ES juga mendapat luka di bagian kepala akibat amukan warga.
"Setelah didalami ternyata didapati mobil sudah dalam keadaan kaca pecah dan body mobil pengok," ujar Dhimas.
ES lalu diamankan dan dibawa ke Polsek Tanah Abang guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Namun, proses pemeriksaan tidak berjalan lancar.
Bukannya memberikan keterangan yang kooperatif, pria tersebut malah bersikap emosional dan memberikan jawaban yang tidak masuk akal.
"Sesampai di Polsek, pengendara Fortuner (ES) saat ditanya-tanya menjawab ngelantur dan masih marah-marah serta tidak mau membuat laporan dan juga tidak mau visum maupun diobati lukanya serta tidak mau membuat pernyataan," ucap Dhimas.
Keadaan ES yang tampak tidak fokus pun menyulitkan pihak penyidik untuk segera menyusun laporan polisi mengenai perusakan yang dialaminya.
"Saat ditanya-tanya dengan tujuan untuk mengetahui kronologis kejadian dan menentukan pembuatan laporan, namun yang bersangkutan (ES) tidak nyambung seperti orang linglung atau kebingungan," tambahnya.
Sekitar 25 menit berselang, orang tua ES datang ke Polsek Tanah Abang setelah dihubungi oleh anaknya.
Pihak keluarga memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini ke ranah hukum dan langsung memanggil mobil derek untuk mengangkut mobil ES yang hancur.
"Saat ditanya, orangtua pengemudi tidak mau membuat laporan dan kemudian membawa anaknya pulang berikut mobilnya," kata Dhimas.
Merespons narasi "tabrak lari" yang beredar luas dalam video viral, Polsek Tanah Abang segera menyisir lokasi kejadian di Jalan KH Mas Mansyur untuk mencari bukti adanya kecelakaan lalu lintas.
"Setelah dilakukan pengecekan pada waktu kejadian, untuk kecelakaannya tidak ada di Jalan KH Mas Mansyur," tegas Dhimas.
Akan tetapi, lantaran permasalahan awalnya berada di daerah Tebet, Jakarta Selatan, polisi saat ini sedang berkoordinasi lintas wilayah untuk memastikan kejelasan penyebab kasus ini.
"Rencana tindak lanjut berkoordinasi dengan Polres Jaksel dan Polsek Tebet yang diduga awal TKP pengerusakan," tutur Dhimas.