Cara Tepat Konsumsi Kopi: Fokus Meningkat, Istirahat Tetap Puas

Cara Tepat Konsumsi Kopi: Fokus Meningkat, Istirahat Tetap Puas
Tips Minum Kopi Malam Hari agar Tidur Tetap Nyenyak (Sumber: NET)

JAKARTA - Bukan hanya soal takaran, waktu dalam mengonsumsi kopi juga memberikan efek nyata bagi tubuh. Pahami 5 momen serta metode yang pas saat menikmati kopi agar kegunaan dari kafein bisa didapatkan secara maksimal.

Kopi memang kerap menjadi minuman andalan bagi banyak orang untuk meningkatkan fokus sekaligus stamina.

Akan tetapi, khasiatnya justru bisa menyusut jika dinikmati pada waktu yang kurang tepat. Bukan sekadar porsinya, momen meminum kopi pun ikut memengaruhi cara tubuh merespons kafein. 

Mulai dari level kesiapan beraktivitas hingga kenyamanan saat beristirahat bisa ikut terdampak.

Para ahli memaparkan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang dianggap lebih ideal untuk meminum kopi. 

Lewat metode tersebut, kegunaan kafein bisa dirasakan secara maksimal tanpa memicu efek samping yang berlebihan. 

Menyadur informasi dari Wired (31/3), berikut merupakan 5 panduan dalam menikmati kopi pada waktu yang tepat:

Hindari Mengonsumsi Kopi Begitu Bangun Tidur

Banyak orang yang bergantung pada kopi untuk memulai kegiatan di pagi hari. Namun, meminum kopi terlalu cepat setelah terjaga dari tidur sebenarnya kurang disarankan. 

Saat terbangun, tubuh secara alami akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang tinggi. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan energi serta kesiagaan tubuh.

"Kortisol secara alami meningkat saat kami bangun," kata ahli gizi Julia Zumpano. Oleh karena itu, kopi sebaiknya baru dinikmati sekitar satu jam setelah Anda terbangun.

Momen Menikmati Kopi Dapat Berlainan bagi Tiap Individu

Tidak ada tolok ukur waktu minum kopi yang sama persis untuk setiap orang. Hal ini amat bergantung pada sistem sirkadian atau jam biologis dari masing-masing tubuh. 

Orang yang biasa terjaga lebih pagi memiliki pola kesiagaan yang berbeda. Begitu pula dengan mereka yang jauh lebih aktif di waktu siang atau malam hari.

"Jika harus bangun lebih awal dari ritme alami tubuh, semakin cepat minum kopi justru bisa membantu," ujar ahli gizi Ella Akkerman.

Jauhi Kebiasaan Minum Kopi Ketika Perut Masih Kosong

Meminum kopi saat lambung belum terisi oleh makanan bisa mengganggu kestabilan kadar gula darah. Kondisi seperti ini dapat memicu tubuh menjadi lebih cepat lelah atau gemetar. 

Kafein bekerja dengan merangsang pelepasan cadangan gula dari organ hati untuk diubah menjadi sumber energi. 

Jika tubuh belum mendapatkan asupan nutrisi makanan, efek yang dirasakan bisa menjadi lebih kuat.

"Jika belum makan apa pun, Anda bisa mengalami gula darah rendah," jelas Akkerman. Oleh sebab itu, menyantap sarapan ringan terlebih dahulu sangat dianjurkan.

Batasi Porsi Konsumsi Kafein Saban Hari

Menikmati kafein dalam jumlah berlebih bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan. Mulai dari munculnya rasa gelisah, cemas, hingga detak jantung yang berdebar kencang. 

Batas aman konsumsi kafein untuk sebagian besar orang dewasa adalah berkisar 400 mg per hari. Takaran ini setara dengan kurang lebih empat cangkir kopi hitam seduh.

Jika tubuh dirasa kurang nyaman setelah meminum kopi, ada baiknya porsi tersebut segera dikurangi. Tingkat kemampuan tubuh dalam mengolah kafein pun berbeda-beda pada tiap orang.

Sudahi Aktivitas Minum Kopi di Waktu Sore Hari

Mengonsumsi kopi saat hari sudah terlalu sore bisa merusak kualitas istirahat di malam hari. Efek dari kafein tersebut diketahui dapat bertahan selama berjam-jam di dalam tubuh. 

Meskipun Anda tetap bisa terlelap, kualitas dari istirahat tersebut belum tentu bisa berjalan maksimal. Dampaknya, keesokan hari tubuh justru dapat terasa kurang bugar ketika terbangun.

"Banyak pasien baru sadar tidurnya lebih nyenyak setelah mengurangi kafein," kata Zumpano. Oleh karena itu, aktivitas minum kopi sebaiknya dihentikan sebelum memasuki waktu sore.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index