SURABAYA – BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem Jawa Timur yang diprediksi melanda 24 wilayah kabupaten serta kota dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi atmosfer di wilayah timur Pulau Jawa sedang menunjukkan dinamika yang cukup labil sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda, Taufiq Hermawan, sebagaimana dilansir dari jatimnow.com, Senin (27/4/2026).
Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa gangguan atmosfer seperti gelombang Rossby dan Kelvin menjadi faktor utama penyebab intensitas hujan meningkat tajam.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam daftar pantauan meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga beberapa kabupaten di bagian barat dan selatan provinsi ini.
Bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga pohon tumbang menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi oleh instansi terkait.
"Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," kata Taufiq Hermawan, sebagaimana dilansir dari jatimnow.com, Senin (27/4/2026).
Suhu muka laut yang masih hangat di perairan sekitar Jawa Timur turut menyuplai pasokan uap air ke daratan dengan volume yang cukup tinggi.
Kecepatan angin saat terjadi hujan deras diprediksi bisa mencapai lebih dari 30 kilometer per jam di area terbuka.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk selalu memantau informasi radar cuaca melalui kanal resmi pemerintah sebelum bepergian.