SAN SALVADOR – Sebanyak 486 pemimpin geng MS-13 diadili di El Salvador atas tuduhan ribuan aksi kriminal termasuk pembunuhan dan pemerasan yang menghantui negara tersebut.
Persidangan bersejarah ini menandai puncak dari perang besar-besaran pemerintah terhadap kelompok kriminal yang telah lama mencengkeram keamanan publik.
"Ke-486 pemimpin geng MS-13 diadili di El Salvador hari ini untuk menghadapi dakwaan atas 37.000 tindak kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022," ujar Jaksa Agung Rodolfo Delgado, sebagaimana dilansir dari mistar.id, Senin (27/4/2026).
Langkah hukum ini merupakan bagian dari status keadaan darurat yang diberlakukan guna memutus urat nadi organisasi kriminal terbesar di Amerika Tengah itu.
Pihak kejaksaan memaparkan bahwa struktur kepemimpinan yang sedang diproses ini bertanggung jawab atas perintah pembunuhan massal dan perdagangan gelap.
Tindakan tegas ini diambil setelah bertahun-tahun warga sipil hidup di bawah bayang-bayang ancaman kekerasan yang menghambat aktivitas harian.
Rodolfo Delgado berpendapat bahwa persidangan massal merupakan cara paling efektif untuk menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.
Bukti-bukti yang dikumpulkan mencakup catatan komunikasi internal hingga kesaksian para korban yang selama ini memilih bungkam karena ketakutan.
"Kami berkomitmen untuk memberikan keadilan bagi ribuan keluarga yang menjadi korban kekejaman kelompok ini selama puluhan tahun," tutur Rodolfo Delgado, sebagaimana dilansir dari mistar.id, Senin (27/4/2026).
Proses pengadilan dilakukan dengan pengawalan militer super ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dari simpatisan geng di luar penjara.
Kebijakan ini terus mendapatkan perhatian internasional karena pendekatannya yang dianggap sangat agresif dalam menangani masalah sosial dan keamanan.
Negara berharap hasil dari persidangan ini dapat memberikan stabilitas jangka panjang dan menghapus trauma kolektif yang dialami oleh masyarakat.