JAKARTA – Mendukbangga siapkan layanan trauma healing bagi korban tabrakan kereta guna memulihkan kondisi psikologis penumpang dan keluarga yang terdampak insiden tersebut.
Langkah ini diambil mengingat besarnya guncangan mental yang dialami para penyintas di lokasi kejadian.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait memastikan bahwa setiap individu yang terlibat mendapatkan perhatian medis maupun psikis secara menyeluruh.
"Kami menyiapkan tim untuk memberikan trauma healing bagi para korban maupun keluarga korban yang terdampak kecelakaan kereta api tersebut," ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji, Selasa (28/4/2026).
Wihaji menjelaskan bahwa tim konselor akan mendatangi rumah sakit tempat para korban dirawat guna melakukan asesmen awal.
Penanganan trauma dianggap sangat krusial agar memori buruk akibat kecelakaan tidak berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma yang lebih berat.
Layanan pendampingan ini dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan hingga kondisi mental korban dinyatakan stabil oleh tenaga ahli.
"Nanti tim dari kami, psikolog dari kami, akan mendampingi mereka yang mengalami trauma berat akibat kejadian ini," tegas Wihaji.
Petugas di lapangan juga memberikan edukasi kepada anggota keluarga mengenai cara menghadapi anggota keluarga yang masih dalam kondisi terguncang.
Sebanyak 10 orang tenaga ahli psikologi telah dikerahkan ke 3 titik rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi.
Sinergi antarlembaga terus diperkuat agar proses pemulihan berjalan efektif tanpa hambatan birokrasi yang rumit.