Menkes Instruksikan RS Rujukan Siaga bagi Korban Kereta Bekasi

Menkes Instruksikan RS Rujukan Siaga bagi Korban Kereta Bekasi
Menkes Instruksikan RS Rujukan Siaga bagi Korban Kereta Bekasi

JAKARTA – Menkes siapkan RS rujukan guna tangani korban tabrakan kereta Bekasi secara cepat melalui koordinasi fasilitas kesehatan dan jaminan ketersediaan tenaga medis.

Kesiapan infrastruktur kesehatan menjadi prioritas utama guna menyelamatkan para penumpang yang mengalami luka berat maupun ringan.

Pemerintah bergerak cepat menginstruksikan seluruh jajaran di bawah dinas kesehatan untuk bersiaga penuh menyambut gelombang pasien dari lokasi kejadian.

"Kami sudah instruksikan seluruh rumah sakit rujukan terdekat dari lokasi kejadian, termasuk RSUD Bekasi dan RS rujukan lainnya untuk memberikan penanganan medis semaksimal mungkin," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (28/4/2026).

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pihaknya telah memobilisasi tenaga dokter spesialis bedah dan ortopedi untuk membantu prosedur darurat di ruang instalasi gawat darurat.

Ketersediaan stok darah dan obat-obatan di fasilitas kesehatan tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat.

Pihak kementerian juga memantau secara berkala kapasitas tempat tidur di ruang perawatan intensif agar tidak terjadi penumpukan pasien.

"Kementerian Kesehatan akan menanggung biaya perawatan para korban melalui mekanisme jaminan kesehatan yang berlaku sehingga keluarga tidak perlu khawatir akan biaya," tutur Budi Gunadi Sadikin.

Sistem rujukan terintegrasi dijalankan agar pasien dengan kondisi kritis dapat segera dipindahkan ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Posko informasi kesehatan didirikan di depan unit gawat darurat guna memudahkan pihak keluarga mendapatkan data terbaru kondisi korban.

Langkah preventif terhadap infeksi sekunder bagi korban luka terbuka menjadi perhatian tim medis di lapangan saat ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index