Polisi Tangkap The Doctor Gembong Narkoba Jaringan Malaysia

Polisi Tangkap The Doctor Gembong Narkoba Jaringan Malaysia
Polisi Tangkap The Doctor Gembong Narkoba Jaringan

JAKARTA – Polisi berhasil meringkus The Doctor gembong narkoba jaringan Malaysia yang sempat melarikan diri dari NTB hingga akhirnya tertangkap di sebuah hotel Jakarta.

Petugas kepolisian mengakhiri pengejaran panjang terhadap pria berinisial E yang dikenal sebagai aktor intelektual di balik peredaran gelap narkotika lintas negara.

Tersangka merupakan otak di balik penyelundupan sabu dalam jumlah besar yang melibatkan kurir di wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Tersangka E yang dikenal dengan sebutan The Doctor ini ditangkap di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat setelah berpindah-pindah tempat persembunyian," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Deddy Supriadi, sebagaimana dilansir dari pusiknas.polri.go.id, Jumat (24/4/2026).

Deddy menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya yang melibatkan 2 orang kurir pembawa sabu seberat 2 kilogram.

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa E memiliki peran sentral dalam mengatur alur pengiriman barang haram tersebut dari Malaysia menuju pasar lokal.

"Jaringan ini sangat rapi karena E mengendalikan distribusi tanpa menyentuh barangnya secara langsung," jelas Deddy mengutip informasi dari pusiknas.polri.go.id.

E diketahui sering berganti identitas dan lokasi untuk mengelabui pantauan aparat selama masa pelariannya.

Tim khusus melakukan pelacakan digital dan lapangan selama beberapa pekan sebelum akhirnya mengetahui keberadaan pelaku di ibu kota.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa komitmen memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya tetap menjadi prioritas utama demi melindungi masyarakat.

Saat ini tersangka telah dibawa kembali ke NTB untuk menjalani proses hukum lebih lanjut serta pendalaman mengenai keterlibatan pihak lain dalam sindikat tersebut.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat komunikasi dan dokumen perjalanan yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas ilegalnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index