Juara MTQ Internasional

Prabowo Apresiasi Qori Cilik Juara MTQ Internasional di Istana Negara

Prabowo Apresiasi Qori Cilik Juara MTQ Internasional di Istana Negara
Prabowo Apresiasi Qori Cilik Juara MTQ Internasional di Istana Negara

JAKARTA - Peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, menjadi momen istimewa bagi banyak orang yang hadir. Selain diisi dengan doa, ceramah keagamaan, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an, acara tersebut juga menghadirkan sosok qori cilik berbakat yang berhasil mencuri perhatian Presiden Prabowo Subianto. 

Suasana yang khidmat berubah menjadi penuh kebanggaan ketika seorang anak berusia 11 tahun mampu melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara merdu dan penuh penghayatan.

Lantunan tilawah yang dibawakan oleh qori cilik tersebut tidak hanya membuat para undangan terkesima, tetapi juga mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Prabowo. Bahkan, kepala negara secara khusus meminta anak tersebut untuk menemuinya setelah acara selesai sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraihnya di tingkat internasional.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa prestasi generasi muda Indonesia di bidang keagamaan mendapat perhatian serius dari pemimpin negara. Kehadiran para santri dan qori muda dalam acara kenegaraan juga menjadi simbol bahwa nilai-nilai religius tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apresiasi Presiden Kepada Qori Cilik Berprestasi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada qori cilik Muhammad Zian Fahrezi yang tampil membacakan ayat suci Al-Qur'an dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta. Prabowo sampai meminta Zian untuk menghadapnya sesuai acara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat di acara Nuzulul Quran, Selasa (10/3/2026). Prabowo terkesan dengan lantunan tilawah yang dibawakan Zian, yang masih berusia 11 tahun namun telah menorehkan prestasi musabaqah tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat internasional.

"Saya juga ucapkan terima kasih kepada Ananda Muhammad Zian Fahrezi, umur 11 tahun, juara 1 MTQ di Iran ya? Tahun 2026" ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan rasa bangga sekaligus penghargaan dari Presiden kepada generasi muda yang mampu mengharumkan nama bangsa melalui kemampuan membaca Al-Qur’an di ajang internasional. Prestasi yang diraih Zian menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Tilawah Surah Al-Hasyr Membuat Suasana Acara Khidmat

Zian diketahui membuka rangkaian acara dengan membaca ayat suci Al-Qur'an dari Surah Al-Hasyr ayat 21 hingga 24. Lantunan ayat yang dibawakannya membuat suasana acara berlangsung khidmat dan mendapat perhatian para undangan yang hadir.

Suara merdu yang dipadukan dengan penghayatan dalam setiap ayat membuat banyak tamu undangan terpesona. Tidak sedikit yang merasa kagum melihat kemampuan seorang anak yang masih sangat muda namun sudah memiliki kualitas tilawah yang begitu baik.

Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam acara Nuzulul Quran tingkat kenegaraan tahun ini. Kehadiran qori muda dengan kemampuan luar biasa juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an.

Melihat penampilan tersebut, Presiden Prabowo pun merasa perlu memberikan apresiasi secara langsung kepada Zian atas prestasi dan penampilannya yang memukau.

Prabowo Minta Zian Menemuinya Setelah Acara

Prabowo lalu secara khusus meminta agar Zian menemuinya setelah acara selesai sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraihnya.

"Saya minta nanti sesudah acara ini menghadap saya, Ananda Muhammad Zian Fahrezi," kata Prabowo.

Permintaan tersebut disampaikan secara langsung di hadapan para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Momen itu pun menjadi perhatian karena menunjukkan kepedulian Presiden terhadap prestasi anak-anak bangsa di bidang keagamaan.

Bagi Zian, kesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Apalagi, prestasi yang diraihnya di ajang MTQ internasional telah mendapat pengakuan langsung dari kepala negara.

Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Zian untuk terus mengembangkan bakatnya serta mempertahankan prestasi yang telah diraih.

Santri Mengaku Bahagia Bisa Bertemu Presiden

Sementara itu, santri dari Yayasan Widatul Muslimat yang bernama Labip Faqih dan Ahmad faiz juga kaget dan tak menyangka disapa langsung oleh Prabowo.

Bagi keduanya, momen tersebut adalah pengalaman yang tak terlupakan. Faqih dan Faiz merasa senang dan terhormat bisa berjumpa Prabowo.

"Senang, senang, bahagia bisa bertemu Pak Prabowo langsung," ujar Faqih.

Tak hanya bertemu dan melihat Prabowo, Faqih mengaku bahagia karena Prabowo yang justru menghampiri dan menyapa hangat mereka. Faqih dan Faiz juga berkesempatan bersalaman dengan Prabowo.

"Berkesempatan bisa bersalaman dengan Pak Presiden," ungkap Faqih.

Pada kesempatan yang sama, Faqih turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Prabowo karena telah diundang ke malam Nuzulul Quran di Istana.

"Semoga bisa menjadi lebih baik. Terima kasih Pak Presiden Prabowo sudah mengundang saya," tutur Faqih.

"Terima kasih untuk Pak Presiden Prabowo Subianto karena saya sudah di undang ke Istana Negara ini, saya senang sekali," lanjut Faiz.

Kehadiran para santri dalam acara tersebut menunjukkan bahwa generasi muda yang menekuni pendidikan agama juga mendapat tempat dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Momen pertemuan mereka dengan Presiden pun menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan mudah dilupakan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index