Energi Nasional

Dewan Energi Nasional Perkuat Tata Kelola Energi Nasional Indonesia

Dewan Energi Nasional Perkuat Tata Kelola Energi Nasional Indonesia
Dewan Energi Nasional Perkuat Tata Kelola Energi Nasional Indonesia

JAKARTA - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) memberikan apresiasi besar terhadap pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) yang baru saja diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto. 

HKI menilai bahwa keberadaan DEN akan memperkuat tata kelola energi nasional yang semakin penting di tengah tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan energi ke depan. 

Seiring dengan meningkatnya permintaan energi, khususnya dari sektor industri yang menjadi pendorong utama ekonomi, keberadaan DEN diharapkan dapat memberikan arahan strategis yang lebih terkoordinasi, berkelanjutan, dan adaptif.

Menurut Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, penguatan tata kelola energi nasional menjadi hal yang mendesak, mengingat sektor industri membutuhkan kepastian pasokan energi yang andal dan terjangkau. 

Dia menekankan pentingnya kebijakan energi yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga mampu menyeimbangkan antara ketahanan energi, keberlanjutan, dan pertumbuhan ekonomi. 

Dengan kebijakan yang jelas dan pasti, diharapkan daya saing industri nasional dapat lebih terjaga, sementara sektor energi tetap mendukung perkembangan industri yang berkelanjutan.

Kepastian Regulasi dan Penguatan Tata Kelola Energi

HKI menganggap langkah Presiden dalam melantik DEN sebagai sebuah keputusan strategis yang bisa menjadi forum lintas sektor dalam merumuskan kebijakan energi nasional. 

Dalam pernyataan yang diterima di Bontang, Kalimantan Timur, Ma'ruf menyatakan bahwa sektor industri sangat bergantung pada regulasi dan kebijakan energi yang jelas, terutama dalam memastikan kestabilan pasokan energi. 

Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk menjaga iklim investasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pelantikan DEN pada Rabu, 28 Januari 2026, memberikan harapan baru untuk tata kelola energi yang lebih baik. Dengan keberadaan DEN, diharapkan ada perumusan kebijakan yang lebih terintegrasi dan holistik, mencakup berbagai sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan energi. 

Keberadaan DEN diharapkan mampu menjawab kebutuhan energi di berbagai sektor tanpa mengesampingkan pentingnya keberlanjutan serta ketahanan energi jangka panjang.

Pentingnya Peran Kawasan Industri dalam Pengelolaan Energi

HKI mengakui bahwa kawasan industri memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kebijakan energi nasional yang lebih efektif. Seiring dengan berkembangnya kawasan industri di Indonesia, pengelolaan energi berbasis kawasan dan peningkatan efisiensi energi menjadi langkah krusial dalam mendukung tata kelola energi yang lebih berkelanjutan. 

Selain itu, integrasi sistem kelistrikan yang lebih modern akan membantu menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dengan kebutuhan energi yang terus berkembang, kawasan industri memiliki kapasitas untuk menjadi kontributor utama dalam pencapaian tujuan kebijakan energi nasional. 

Melalui peningkatan efisiensi energi dan implementasi energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri dapat memainkan peran besar dalam mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan dan mendukung ketahanan energi nasional.

Menurut HKI, kawasan industri yang ada saat ini sudah siap berkontribusi lebih besar untuk mendukung kebijakan energi nasional yang lebih tertata dan berkelanjutan. 

Kawasan industri di Indonesia, yang merupakan motor utama perekonomian, sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil dan ramah lingkungan. 

Untuk itu, sinergi antara pemerintah, sektor industri, dan pihak-pihak terkait sangat diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pasar, tetapi juga mampu menjawab tantangan global terkait perubahan iklim dan transisi energi.

Mewujudkan Kebijakan Energi yang Konsisten dan Implementatif

HKI optimis bahwa Dewan Energi Nasional di bawah kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mampu mewujudkan kebijakan energi yang konsisten dan implementatif. 

Seiring dengan agenda transisi energi yang terus digalakkan, kebijakan yang dihasilkan oleh DEN harus dapat menyeimbangkan antara ketahanan energi, pengurangan emisi, dan daya saing sektor industri.

Ma'ruf menegaskan bahwa transisi energi yang seimbang akan berkontribusi besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sambil tetap menjaga daya saing kawasan industri yang menjadi penggerak utama investasi dan penciptaan lapangan kerja. 

Dengan adanya kebijakan yang lebih terstruktur dan implementasi yang baik, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara dengan sistem energi yang tidak hanya andal tetapi juga berkelanjutan.

Selain itu, HKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya memperkuat tata kelola energi nasional. 

Hal ini sangat penting agar sektor energi Indonesia dapat menopang pembangunan industri ke depan, serta memastikan sistem energi yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan nasional tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen Pemerintah dalam Mencapai Swasembada Energi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa DEN memiliki tujuan yang sangat jelas, yaitu mempercepat pencapaian swasembada energi nasional. 

Kebijakan ini akan mencakup sejumlah aspek penting, termasuk percepatan program kelistrikan dan transisi energi. Prasetyo juga mengungkapkan bahwa secara teknis, DEN akan memperkuat program-program menuju swasembada energi yang telah lebih dahulu diinisiasi oleh kementerian dan lembaga terkait.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, sektor industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, HKI berharap bahwa kebijakan energi nasional yang terintegrasi dapat terwujud dengan baik. 

Upaya ini diharapkan tidak hanya dapat mengatasi tantangan energi yang ada saat ini, tetapi juga menciptakan sistem energi yang dapat menopang pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index