PGN

PGN Saka Kembangkan Alat Inovatif Untuk Tanam Mangrove Efektif

PGN Saka Kembangkan Alat Inovatif Untuk Tanam Mangrove Efektif
PGN Saka Kembangkan Alat Inovatif Untuk Tanam Mangrove Efektif

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) menorehkan langkah baru dalam pelestarian lingkungan dengan menciptakan inovasi bernama Pancalan, sebuah alat bantu penanaman bibit tanaman di lahan berlumpur yang sulit dijangkau. 

Inovasi ini telah memperoleh sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum, menegaskan posisi PGN Saka sebagai perusahaan yang mengedepankan teknologi sekaligus kearifan lokal dalam kegiatan konservasi. 

Pancalan digunakan di kawasan Muara Bengawan Solo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya menanam mangrove secara lebih efisien dan berkelanjutan.

PGN Saka, yang merupakan perusahaan hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Gas Pertamina, menjadikan Pancalan sebagai salah satu strategi dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan dengan inovasi teknis. 

Stakeholder Relations Manager PGN Saka, Purwanto Nugroho, menekankan bahwa inovasi ini lahir dari kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat lokal. 

“Pancalam adalah hasil pengembangan yang lahir dari kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat setempat. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi mangrove di kawasan pesisir, khususnya di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujar Purwanto.

Kolaborasi Dengan Masyarakat Lokal

Pancalan dikembangkan melalui kerja sama PGN Saka dengan nelayan Desa Pangkahwetan, yang sebelumnya menggunakan alat sederhana serupa untuk aktivitas lokal. 

Modifikasi alat tersebut menghasilkan platform yang dilengkapi pegangan, tali pengendali, dan wadah bibit, memungkinkan distribusi tanaman mangrove ke titik tanam dilakukan lebih mudah dan efisien.

Dalam penerapannya, alat ini tidak hanya digunakan untuk menanam mangrove, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman lumpur lain dan kegiatan pembersihan kawasan pesisir. 

Pendekatan ini menekankan kolaborasi yang harmonis antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan, sehingga proses konservasi lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi komunitas lokal.

Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Pengembangan Pancalan menunjukkan bagaimana solusi inovatif bisa lahir dari kearifan lokal yang dikombinasikan dengan teknologi sederhana namun efektif. 

Desain alat yang adaptif terhadap kondisi pesisir berlumpur menjawab tantangan penanaman mangrove yang selama ini membutuhkan waktu lama serta tenaga besar jika dilakukan secara konvensional.

Sejak September 2025, Pancalan telah terdaftar sebagai paten sederhana, membuktikan nilai inovasi dan kontribusinya bagi kegiatan konservasi. 

Implementasi alat ini dilakukan bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan nelayan setempat, memperkuat peran komunitas lokal dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Kontribusi Terhadap Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Pemanfaatan Pancalan memiliki potensi besar dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan penguatan kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat. 

PGN Saka menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi yang berdampak positif terhadap lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Langkah ini sejalan dengan prinsip perusahaan untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan dan pemenuhan kebutuhan energi nasional. 

Dengan inovasi seperti Pancalan, PGN Saka menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan pengembangan bisnis energi dapat berjalan beriringan melalui pendekatan kreatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi tepat guna.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index