Kemenkes Deteksi 86 dari 193 Spesimen Positif Influenza, Mayoritas Influenza A

Sabtu, 19 September 2026 | 17:11:00 WIB
Kemenkes Deteksi 86 dari 193 Spesimen Positif Influenza, Mayoritas Influenza A

BERITAKINI.CO.IDKementerian Kesehatan mencatat 86 dari 193 spesimen yang diperiksa pada minggu ke-36 terdeteksi positif influenza, setara 51 persen. Proporsi itu naik dari 37 persen pada pekan sebelumnya, dengan mayoritas kasus merupakan Influenza A.

Angka itu lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya yang berada di kisaran 37 persen. Kemenkes menyampaikan data tersebut melalui keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (19/9).

Dominasi Influenza A dan Sebaran Wilayah

Mayoritas kasus positif merupakan Influenza A. Rinciannya, 76 kasus Influenza A (H1N1Pdm09) dan 8 kasus Influenza A (H3N2). Dua kasus lainnya merupakan Influenza B/Victoria.

Pada minggu ke-35, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan mencatat proporsi kasus terbanyak, masing-masing 24 persen. Kasus paling awal pada minggu ke-36 terdeteksi di Jawa Tengah, sementara kasus paling akhir ditemukan di DKI Jakarta pada minggu ke-51.

Balita Menyumbang Proporsi Terbesar

Kelompok usia 0-4 tahun menyumbang proporsi terbesar, yakni 35 persen. Kelompok 5-9 tahun menyusul dengan 22 persen, disusul usia 10-17 tahun sebesar 21 persen.

Kelompok 18-59 tahun tercatat 17 persen, sedangkan usia 60 tahun ke atas sebesar 5 persen. Kemenkes menekankan semua kelompok usia berisiko terinfeksi.

"Pada dasarnya semua kelompok usia berisiko terkena influenza. Perlu perhatian khusus pada kelompok-kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, penderita imunokompromais dan lansia," kata Kemenkes.

Pasien Rawat Inap Meningkat, Kasus ICU Nihil

Deteksi influenza pada pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat. Pada minggu ke-36, proporsi positif di rumah sakit sentinel naik menjadi 32 persen dari 20 persen pada pekan sebelumnya.

Meski begitu, tidak ditemukan kasus positif influenza yang membutuhkan perawatan di ICU pada minggu tersebut. Kemenkes menyatakan tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih dalam kategori rendah dan sesuai pola musiman di Indonesia.

Belum ada data yang menunjukkan kematian akibat Influenza A. Kemenkes menyebut kondisi itu sejalan dengan gejala pasien yang umumnya ringan hingga sedang.

"Berdasarkan pemantauan surveilans Kementerian Kesehatan, aktivitas influenza secara nasional masih berada pada kategori rendah dan situasi masih terkendali. Peningkatan ini masih sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia," jelas Kemenkes.

Imbauan Hidup Bersih dan Larangan Antibiotik

Masyarakat diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Kemenkes mengimbau penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat cukup, makan bergizi, serta menjaga kondisi tubuh juga ditekankan. Warga yang bergejala dianjurkan memakai masker, terutama di tempat ramai.

Mereka yang sakit diminta mengurangi kontak dekat dengan orang lain. Kemenkes juga mengingatkan agar tidak melakukan pengobatan sendiri secara tidak tepat, khususnya menggunakan antibiotik tanpa pemeriksaan atau resep tenaga kesehatan.

"Influenza disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak digunakan untuk mengobati infeksi virus influenza," imbau Kemenkes.

Terkini