BERITAKINI.CO.ID — Polda Kalimantan Selatan mengubah pola pemadaman kebakaran hutan dan lahan di area gambut dari permukaan menjadi ke lapisan bawah tanah. Metode baru ini menyuntikkan cairan surfaktan lewat pipa berlubang untuk menembus bara yang tidak terlihat dari atas. Suhu lahan yang semula 130 derajat Celsius diklaim turun jadi 30 derajat dalam sekitar satu menit.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menerapkan cara berbeda dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut. Selama ini pemadaman hanya menyasar api yang tampak di permukaan, sementara bara di bawah tanah kerap luput dan memicu kebakaran baru.
Metode yang kini dipakai adalah menyuntikkan cairan surfaktan ramah lingkungan langsung ke lapisan gambut. Cairan disalurkan melalui pipa undercooling berlubang agar meresap sampai ke sumber panas.
Bara di Bawah Gambut Jadi Sasaran Utama
Kepala Bidang Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyatakan sumber panas di lahan gambut tidak selalu kelihatan dari permukaan. Karena itu, memadamkan api yang terlihat belum tentu menghilangkan bara di dalam tanah.
"Inovasi ini mampu mendinginkan dan memadamkan bara api secara permanen," kata Nur Khamid saat meninjau penanganan karhutla di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru.
Cairan surfaktan disebut membasahi lapisan gambut lebih cepat dibanding air biasa. Sifatnya yang mudah meresap membantu menurunkan suhu hingga ke titik bara yang tertanam.
Suhu Lahan Turun 100 Derajat dalam Satu Menit
Efektivitas metode ini dipantau memakai drone thermal untuk melihat perubahan suhu setelah cairan diaplikasikan. Hasil pemantauan menunjukkan suhu lahan gambut yang awalnya sekitar 130 derajat Celsius turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius.
Penurunan itu terjadi dalam waktu kurang lebih satu menit setelah cairan diberikan. "Dalam satu menit, cairan surfaktan ramah lingkungan ini dapat mendinginkan lahan gambut yang terbakar," ujar Nur Khamid.
Selain menurunkan suhu, surfaktan membentuk lapisan busa di permukaan tanah. Lapisan ini mengurangi akses oksigen ke sumber bara sehingga peluang api menyala lagi bisa ditekan.
Klaim Hemat Air dan Evaluasi Langsung di Lapangan
Pemakaian surfaktan juga diharapkan menghemat air dalam proses pemadaman dan pembasahan lahan. Sebab, cairan ini dinilai lebih efektif membasahi gambut ketimbang air biasa.
Waastamaops Polri Irjen Pol Laksana meninjau penerapan inovasi tersebut bersama Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar, Wakapolda Kalsel, dan pejabat utama Polda Kalsel. Peninjauan dilakukan sebagai evaluasi penanganan karhutla di lapangan.