Wapres Gibran Pastikan Percepatan Infrastruktur Pascabencana Sumut

Kamis, 10 September 2026 | 14:43:42 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pembangunan infrastruktur pascabanjir di Sumatera Utara.(Sumber:NET)

TAPANULI TENGAH - Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Sabo Dam Hutanabolon yang bertempat di Tapanuli Tengah serta Jembatan Garoga 2 di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Jumat (04/09/2026). 

Langkah peninjauan ini dilaksanakan demi memastikan percepatan pengerjaan sarana fisik yang memegang peranan krusial bagi pemulihan aksesibilitas warga sekaligus memperkuat proteksi dari ancaman bencana.

Wapres menegaskan pentingnya penyelesaian pembangunan kedua sarana tersebut tepat waktu dengan senantiasa memprioritaskan standar mutu dan keselamatan konstruksi. Bagi Wapres, Sabo Dam mempunyai fungsi vital untuk mengendalikan laju material dan meminimalisasi potensi bencana, sedangkan keberadaan Jembatan Garoga 2 sangat dibutuhkan dalam mengembalikan konektivitas serta menunjang pergerakan warga.

“Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Infrastruktur yang dibangun harus membuat masyarakat lebih terlindungi menghadapi risiko bencana berikutnya,” tegasnya.

Pada peninjauan Sabo Dam Hutanabolon, Wapres mengamati langsung progres pembangunan struktur penahan aliran material banjir yang dirancang khusus guna menurunkan dampak bencana di wilayah sekitar. Mengacu pada paparan data visual resmi, capaian pengerjaan fisik bangunan Sabo Dam di aliran Sungai Tukka telah menembus angka 26 persen dari target awal sebesar 29 persen.

Di sisi lain, pengerjaan Jembatan Garoga 2 di wilayah Tapanuli Selatan merupakan bagian prioritas penanganan darurat pada jalur penghubung Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer. Pada 2026, kemajuan fisik paket pekerjaan ini tercatat menyentuh angka 44,93 persen dengan tenggat penyelesaian akhir pada 31 Desember 2026.

Wapres menekankan bahwa jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi warga setempat lantaran menghubungkan antarwilayah dan menopang arus lalu lintas harian, termasuk aktivitas perekonomian maupun layanan masyarakat.

“Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan. Penanganan sungainya juga harus kami tuntaskan agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Wapres.

Melalui kunjungan lapangan langsung ini, Wapres memastikan agenda pembangunan fasilitas publik usai bencana terlaksana sesuai dengan jadwal serta kebutuhan riil di lapangan. Akselerasi pemulihan sarana jalan dan bangunan pengendali bencana diharapkan mampu meningkatkan keselamatan warga, mendukung pergerakan masyarakat, serta memperkuat benteng pertahanan dari ancaman bencana susulan.

Langkah ini menjadi wujud komitmen nyata pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana di kawasan Sumut tidak sekadar memperbaiki sarana yang rusak, melainkan juga menghadirkan infrastruktur yang jauh lebih kokoh dan sanggup memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat di masa mendatang.

Terkini