Menteri PU Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Jakarta

Jumat, 04 September 2026 | 14:32:57 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.(Sumber:NET)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo pada Kamis (3/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum tersebut membahas arah pembangunan infrastruktur nasional agar lebih produktif, inklusif, serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim memaparkan pandangannya mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak sekadar berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendongkrak tingkat pendapatan warga, serta mempercepat langkah penanggulangan kemiskinan.

Menteri Dody menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan. Pihaknya menilai keberadaan infrastruktur memang sepatutnya membawa manfaat konkret dan menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi pada akhirnya yang ingin kami lihat adalah semakin banyak orang yang bekerja, semakin banyak keluarga yang memiliki penghasilan, dan semakin banyak masyarakat yang dapat keluar dari kemiskinan. Salah satunya melalui program-program padat karya yang terus kami dorong,” kata Menteri Dody.

Di samping dimensi sosial dan ekonomi, Hashim menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pembangunan fisik dan kelestarian alam. Hal ini selaras dengan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperluas penerapan prinsip infrastruktur hijau pada setiap pengelolaan proyek.

“Infrastruktur hijau menjadi bagian penting dari ikhtiar itu, karena apa yang kami bangun hari ini pada akhirnya akan menjadi titipan bagi generasi setelah kami,” tutur Menteri Dody.

Ia menambahkan, berbagai poin masukan dari Utusan Khusus Presiden akan menjadi pijakan penting bagi kementeriannya dalam memetakan arah program kerja. Langkah ini diambil agar dampak positif pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Arahan tersebut juga dinilai beriringan dengan visi PU608 yang memosisikan infrastruktur sebagai alat pendorong produktivitas dan daya saing. Sasaran nasional yang ingin dicapai antara lain menekan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah 6, mengikis kemiskinan menuju 0 persen, serta menopang target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Kami di Kementerian PU harus terus menavigasikan setiap program agar cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Menteri Dody.

Ke depan, pembangunan sektor publik ini akan terus menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi, pemerataan aksesibilitas, dan perlindungan lingkungan. Lewat skema tersebut, fasilitas publik tidak hanya berdiri sebagai aset fisik semata, tetapi juga sanggup membuka ruang kerja baru.

“Saya banyak mendengar hari ini. Banyak pula yang saya catat dalam hati. Terima kasih, Pak Hashim, atas waktu, perhatian, dan nasihatnya. InsyaAllah, silaturahmi dan pesan-pesan hari ini akan kami jaga dan kami jalankan sebaik-baiknya,” tutur Dody.

Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen melanjutkan pembangunan yang berbasis pada prinsip berkelanjutan. Seluruh pengerjaan jalan, penyediaan air bersih, tata kelola sumber daya air, hingga kegiatan padat karya akan terus diorientasikan demi kemanfaatan masyarakat jangka panjang.

Terkini