PONOROGO - Kasus pencurian kotak amal kembali terjadi di wilayah Ponorogo. Kali ini, pelaku nekat menyasar Masjid Ath-Thohiriyah yang berlokasi di Jalan Jagadan, Kelurahan Mangunsuman, Ponorogo, pada Kamis dini hari, 3 September 2026, kira-kira pukul 01.00 WIB.
Ulah nekat tersebut sempat terekam jelas oleh kamera CCTV masjid. Berdasarkan rekaman gambar, sosok pelaku terlihat bertubuh tinggi serta mengenakan jaket hoodie warna hitam. Orang tersebut tampak melangkah masuk ke area dalam masjid, lalu berjalan mondar-mandir sembari menanti kondisi sekeliling dipastikan aman.
Usai meyakini situasi di lokasi sepi, pelaku langsung mengangkat wadah tempat amal yang terbuat dari bahan kaca tersebut dan membawanya ke luar bangunan masjid. Wadah tempat uang infak itu pada akhirnya berhasil dibawa kabur oleh sang pelaku.
Pengurus Masjid Ath-Thohiriyah, Khoirul, mengungkapkan bahwa aksi penggasakan kotak amal ini merupakan peristiwa yang ketiga kalinya menimpa masjid tersebut. Dua kejadian sebelumnya berlangsung sekitar dua tahun silam, sedangkan insiden paling gres terjadi pada Kamis dini hari.
“Ini sudah yang ketiga kalinya. Kejadian pertama dan kedua sekitar dua tahun lalu, kemudian sekarang terjadi lagi. Untungnya uang di dalam kotak amal sudah diambil oleh takmir sekitar tiga hari sebelumnya, sehingga kemungkinan uang yang dibawa pelaku tidak banyak,” ujar Khoirul.
Kendati demikian, pelaku tetap melarikan kotak tempat amal yang terbuat dari bahan aluminium serta kaca itu. Sampai saat ini, jajaran pengurus masjid memilih untuk membagikan rekaman kamera pengawas beserta info kejadian lewat media sosial agar pelaku dapat segera jera.
Khoirul menduga bahwa sosok pelaku kali ini bisa saja merupakan orang yang sama dengan dua insiden terdahulu. Hanya saja, ketika dua aksi pencurian terdahulu berlangsung, Masjid Ath-Thohiriyah belum terpasang kamera pengawas sehingga tidak tersisa rekaman visual yang bisa dipakai sebagai bahan pembanding.
“Bisa jadi pelakunya sama dengan kejadian pertama dan kedua. Tetapi waktu itu masjid belum memiliki CCTV, jadi kami tidak bisa memastikan,” pungkasnya.