SURABAYA - Aksi kejahatan seksual jalanan menyasar seorang perempuan di Surabaya. Korban berinisial SM (27), warga Kecamatan Tambaksari, Surabaya menjadi korban begal saat melintas di Underpass Jalan Mayjen Sungkono pada Senin (31/8) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa itu dialami SM saat hendak pulang usai menemani temannya yang bekerja shift malam di sebuah kafe di area Surabaya Barat. Karena sempat merasa takut jika pulang terlalu dini hari, ia memilih sengaja menunggu hingga pukul 04.00 WIB dengan harapan jalanan mulai ramai warga yang beraktivitas pagi.
"Paling akhir shift jam 2 malam. Karena kami masih takut, jadi saya sempat berhenti untuk menunggu hingga subuh jam 4-an. Pikiran saya jam segitu harusnya orang sudah pada keluar dan ada yang jogging," kata SM saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Namun perkiraan SM meleset. Saat melintas di turunan Underpass Mayjen Sungkono, kondisi jalanan sangat sepi dan minim penerangan. Tiba-tiba sebuah sepeda motor tanpa lampu mendekat dari belakang.
"Sebenarnya dari awal saya tidak ada curiga sama sekali karena saya pakai baju tebal dan berjaket. Nah, daerah sana ternyata gelap sekali dan minim penerangan. Dari belakang ada motor tanpa lampu, padahal posisi saya motoran normal, bukan pelan," paparnya.
Tanpa disangka, dirinya menjadi korban pelecehan seksual oleh pria pengendara motor misterius tersebut saat kendaraan mereka berpapasan di dalam terowongan. "Dari belakang saya dibegal. Jujur kaget sekali, karena bukan cuma menyentuh tapi sudah meremas," tegas SM.
Tak terima diperlakukan demikian, rasa takut SM seketika berubah menjadi emosi. Ia memutuskan untuk tancap gas mengejar pelaku yang langsung melaju kencang hingga di tikungan Mie Gacoan arah ke Dukuh Kupang di Jalan Mayjend Sungkono. "Saya ikutin, saya kejar pakai kecepatan maksimum. Cuma sepertinya dia ini sudah sering beraksi," tuturnya.
Berdasarkan pengamatannya saat kejar-kejaran, SM menduga pelaku sengaja mengincar korban dari sisi sebelah kanan. Hal ini disinyalir agar korban kesulitan melawan karena tangan kanan harus tetap memegang gas motor. "Dari observasi saya, dia nyerang sisi kanan karena sepertinya dia tahu tangan kanan saya di gas. Dia bisa melaju lebih cepat dari saya, jadi kayaknya sudah sering melakukan aksi ini," ungkapnya.
Terkait ciri-ciri pelaku, SM mengingat bahwa pria cabul itu berbadan kurus dan diperkirakan masih muda antara usia 20 tahun hingga 30 tahun. "Umur mungkin mas-mas sekitar 20-30 tahunan, bukan bapak-bapak atau yang tua. Orang agak kurus, pakai helm yang lumayan menutup muka, pakaiannya kaos sama celana pendek. Motornya kayak motor modifikasi, matic atau motor gigi, yang jelas kencang sekali," pungkas SM.